• Bin Salman dan Trump
    Bin Salman dan Trump

Wakil tetap Arab Saudi di PBB, Abdullah Al Moallemi dalam sidang komite ketiga Majelis Umum PBB yang membahas isu pelanggaran hak asasi manusia, mengeluarkan statemen tidak berdasar terkait Iran.

Tuduhan pelanggaran HAM di Iran yang dilontarkan oleh wakil tetap Saudi di PBB adalah upaya untuk menutupi kejahatan kemanusiaan Riyadh di Yaman dan kasus pembunuhan wartawan pengkritik pemerintah Saudi, Jamal Khashoggi.

Wakil tetap Iran untuk PBB dalam sidang komite ketiga Majelis Umum PBB terbaru memberikan jawaban atas tuduhan tak berdasar wakil Saudi. Mohammad Hassaninejad mengatakan, bahkan sedikit sikap ksatria saja seharusnya bisa membungkam Saudi dan membuatnya tidak berbicara soal HAM di Iran.

Hassaninejad menjelaskan Saudi telah memupus seluruh harapan terkait penerapan demokrasi di kawasan Asia Barat. Menurutnya, HAM dan demokrasi adalah musuh besar para penguasa Saudi, dan pemerintah Riyadh mengingatkan kita tentang Daesh karena menganggap pengeboman sebuah bus penuh anak-anak sekolah sebagai tindakan yang legal. 

Kejahatan Saudi terhadap rakyat Yaman yang didukung Amerika Serikat, dimulai Maret 2015 bersamaan dengan serangan militer terhadap Yaman dan blokade atas negara itu dari segala arah sehingga menewaskan lebih dari 14.000 warga sipil, melukai puluhan ribu dan memaksa jutaan lainnya mengungsi.

Pada tanggal 9 Agustus 2018, jet-jet tempur Saudi menyerang bus yang mengangkut anak-anak sekolah Yaman di tengah pasar di kota Dahyan, Provinsi Saada dan mengakibatkan 52 anak gugur serta 79 lainnya terluka. Berdasarkan laporan pusat HAM Yaman, koalisi agresor pimpinan Saudi sejak awal serangan militer negara itu ke Yaman telah menghancurkan 253 gedung pemerintah, 8 kantor media, 17 pusat olahraga dan 92 pusat pariwisata di Al Hudaydah.

Mohammad Hassaninejad

Agresi Saudi ke Yaman terang-terangan melanggar Konvensi Jenewa tahun 1949, menginjak-injak nilai kemanusiaan global dan merupakan kejahatan kemanusiaan serta kejahatan perang. Agresi militer ini jelas harus ditindak secara hukum di pengadilan internasional.

Sebagaimana yang disampaikan wakil tetap Iran di komite ketiga Majelis Umum PBB bahwa Wahabisme Arab Saudi memberi makan Al Qaeda, Taliban, Daesh dan kelompok-kelompok teroris dunia lainnya.

Salah seorang analis politik Dunia Arab, Abdul Bari Athwan dalam artikelnya yang dimuat surat kabar Rai Al Youm menulis, Amerika sebagai sekutu kejahatan Saudi di Yaman telah menyumbat saluran kritik dan protes media-media Arab dan Barat terhadap langkah Saudi.

Amerika menyuplai persenjataan canggih kepada Saudi senilai 20 miliar dolar. Substansi nyata para penguasa tiran dan haus perang di Saudi adalah penjahat dan pembunuh anak, merusak keamanan kawasan dan membuka pulang memecah belah serta mengadu domba Dunia Islam. Dengan langkah anti-kemanusiaannya, Saudi sebenarnya tengah menantang nilai-nilai universal yang dianut masyarakat dunia.

Dalam Piagam PBB Bab I, Pasal 2, butir keempat disebutkan, Semua Anggota harus menahan diri dalam hubungan internasional mereka dari ancaman atau penggunaan kekerasan terhadap integritas teritorial atau kemerdekaan politik setiap negara, atau dengan cara lain tidak konsisten dengan Tujuan Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Namun kenyataannya, pemerintah Saudi telah melanggar semua prinsip PBB dan aturan-aturan internasional lainnya. Dengan rekam jejak semacam ini, maka tuduhan-tuduhan dan klaim yang dilontarkannya tentang pelanggaran HAM di Iran oleh Saudi, menjadi semacam gurauan semata. (HS)

Tags

Nov 19, 2018 17:52 Asia/Jakarta
Komentar