Nov 24, 2018 14:30 Asia/Jakarta
  • Iran Tuan Rumah Konferensi Internasional Persatuan Islam ke-32
    Iran Tuan Rumah Konferensi Internasional Persatuan Islam ke-32

Iran selama sepekan lalu diwarnai dengan sejumlah peristiwa penting, di antaranya penyelenggaraan Konferensi Internasional Persatuan Islam ke-32 yang digelar bertepatan dengan kelahiran Rasulullah Saw dan pekan persatuan Islam, Pekan Basij di Iran, Kunjungan Presiden Irak ke Iran, Pertemuan Presiden Irak dengan Rahbar, Pelecehan Donald Trump terhadap Rakyat Iran, dan kunjungan menlu Inggris ke Iran.

Iran Tuan Rumahi Konferensi Persatuan Islam Dunia ke-32

 

Konferensi Internasional Persatuan Islam ke-32, hari ini Sabtu (24/11/2018) dimulai dan akan berlangsung hingga hari Senin (26/11) di Tehran, Iran.

 

IRIB (24/11) melaporkan, Konferensi Internasional Persatuan Islam ke-32 di Iran yang mengusung tema "Al Quds, Poros Persatuan Umat Islam" diikuti oleh lebih dari 300 intelektual, politisi dan seniman dari 100 negara dunia.

 

Salah satu acara khusus dalam konferensi persatuan Islam kali ini adalah penjelasan tentang kemajuan yang dicapai Republik Islam Iran dalam 40 tahun terakhir.

 

Tahun ini tiga komisi dibentuk untuk membahas isu Palestina dengan tema, Palestina dan Kesepakatan Abad, Al Quds dan Palestina, serta Hak Kembali.

 

Beberapa komisi lain mencakup pertemuan persatuan perempuan Muslim, perhimpunan pendekatan antarorganisasi dan pelaksanaan strategi diplomasi persatuan dan pertemuan perhimpunan keturunan Nabi Muhammad Saw.

Konferensi Internasional Persatuan Islam ke-32 di Tehran

 

Pekan Basij di Iran

 

Tanggal 26 November 1979, dibentuk sebuah lembaga bernama Basij atas instruksi langsung Imam Khomeini. Basij terdiri dari anasir rakyat yang memiliki semangat tak kenal lelah. Mereka senantiasa aktif di setiap momen dan kesempatan jika diperlukan.

 

Basij sejatinya salah satu pilar utama untuk mempertahankan pemerintahan Republik Islam Iran dengan basis seluruh rakyat dari berbagai lapisan. Peran efektif dan berpengaruh Basij mengindikasikan bahwa instansi sipil ini dengan baik mampu menyebarkan pesan Revolusi dan Islam ke seluruh dunia melalui pencerahan dan menyebarkan budaya serta prinsip dan nilai-nilai Islam.

 

Rahbar atau Pempimin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei saat menjelaskan esensi Basij menyebut lembaga ini muncul dari rakyat dan perwakilan dari seluruh elemen masyarakat yang siap hadir di setiap momen dan kesempatan dengan semangat tak kenal lelah serta mengungkapkan potensi mereka dan tidak kenal takut akan bahaya di jalan yang mereka pilih.

Basij Iran

 

Kunjungan Presiden Irak ke Iran

 

Tehran pekan lalu menjadi tuan rumah kunjungan Presiden Irak Barham Salih bersama rombongan. Selama kunjungan dua hari tersebut, Barham Salih berunding dengan sejawatnya dari Iran Hassan Rouhani dan delegasi kedua negara menandatangani nota kesepahaman (MoU).

 

Presiden Iran, Hassan Rouhani, Sabtu (17/11/2018) dalam pertemuan dengan delegasi tingkat tinggi Irak menuturkan, kunjungan Presiden Irak ke Tehran merupakan langkah baru dalam rangka memperluas hubungan dua negara di berbagai bidang.

 

Rouhani menambahkan, keberhasilan Irak memulihkan keamanan penuh dan mendorong pembangunan, menguntungkan kedua negara, dua bangsa dan kawasan.

 

Menurut Presiden Iran, dalam beberapa tahun terakhir Iran membuktikan bahwa pihaknya terus berusaha meningkatkan keamanan di Irak bersama pemerintah dan rakyat negara itu.

 

Sementara itu Presiden Irak, Barham Salih dalam kesempatan tersebut menekankan urgensi kerja sama bilateral dan multilateral antara Baghdad dan Tehran di segala bidang.

 

"Irak tidak akan pernah menjadi bagian dari mekanisme sanksi atau penerapan segala bentuk kebijakan permusuhan terhadap Iran," pungkasnya.

Presiden Iran Hassan Rouhani dan sejawatnya dari Irak Barham Salih

 

Rahbar: Irak yang Kuat dan Aman, Siap Menghadapi Musuh

 

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran hari Sabtu (17/11) dalam pertemuan dengan Barham Salih, Presiden Irak dan rombongan menekankan, "Cara untuk mengatasi kesulitan dan menghadapi konspirasi jahat adalah menjaga persatuan nasional di Irak, mengenali teman yang tepat dan musuh serta melawan musuh jahat, bergantung pada kekuatan pemuda serta mempertahankan dan memperkuat hubungan dengan Marjaiyat."

 

Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei menyatakan kepuasannya atas kesuksesan penyelenggaraan pemilihan parlemen di Irak, pemilihan presiden dan perdana menteri serta pejabat lainnya, begitu juga terciptanya stabilitas dan keamanan seraya mengatakan, "Setelah melewati periode penindasan, bangsa Irak sekarang memiliki negara, merdeka dan memiliki hak untuk memilih. Sebagian pemerintah dan negara jahat berusaha agar rakyat Irak tidak mencicipi kemenangan dan pencapaian besar ini serta Irak dan kawasan tidak menyaksikan perdamaian dan ketenangan."

 

Ayatullah Khamenei menekankan, "Satu-satunya cara untuk menghadapi konspirasi ini adalah mempertahankan dan memperkuat persatuan antara kelompok-kelompok Irak, termasuk Arab, Kurdi, Syiah dan Sunni."

Barham Salih dan Ayatullah Khamenei

 

Beliau menilai pemahaman yang akurat dan benar akan teman dan musuh dalam kebijakan luar negeri sangat penting seraya mengingatkan, "Beberapa negara di kawasan dan di luar kawasan sangat membenci Islam, Syiah, Sunni dan Irak serta mencampuri urusan internal Irak, dimana harus menghadapi mereka dengan kekuatan dan terkait menghadapi musuh yang tidak tahu malu dan transparan jangan beri ampun."

 

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran menjelaskan bahwa para pejabat Republik Islam sangat bertekad dan kokoh untuk memperluas kerjasama dengan Irak dan saya juga sangat percaya dengan masalah ini seraya menambahkan, "Irak bermartabat, kuat, independen dan maju sangat berguna bagi Iran dan kami akan tetap bersama dengan saudara-saudara Irak kami."

 

Ayatullah Khamenei juga menyinggung kehadiran lebih dari dua juta peziarah Iran dalam pawai akbar Arbain tahun ini sambil mengingatkan, "Hati semua peziarah Iran setelah kembali penuh dengan rasa terima kasih atas keramahan rakyat Irak dan ini mencerminkan kemurahan hati besar rakyat Irak dalam menjamu para peziarah Iran."

Rahbar dan Presiden Irak Barham Salih

 

Zarif akan Berunding dengan Italia soal SPV

 

Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran, Mohammad Javad Zarif Rabu malam (21/11) setibanya di Italia menjelaskan akan berunding dengan petinggi Roma terkait mekanisme finansial Uni Eropa dengan Iran (SPV).

 

IRNA melaporkan Zarif berkunjung ke Roma untuk menghadiri konferensi tahunan Dialog Mediterania. "Konferensi ini peluang tepat untuk memaparkan sikap Iran terkait kondisi berbahaya Timur Tengah, kebijakan unilateralisme AS serta fenomena radikalisme dan terorisme," ungkap Zarif.

 

Zarif menambahkan, selain konferensi ini, Saya juga akan berdialog dengan sejumlah petingg Italia dan peserta konferensi, warga Iran, bisnismen dan pelaku ekonomi Italia.

 

Menlu Iran selama di Roma dijadwalkan bertemu dengan sejawatnya dari Italia, Enzo Moavero Milanesi dan Ketua Parlemen Roberto Fico.

 

Zarif juga akan berbicara di konferensi internasional Dialog Mediterania yang diikuti perwakilan dari 56 negara dunia. Menlu Iran tahun lalu juga hadir dan berbicara di konferensi ini.

Menlu Iran Mohammad Javad Zarif

 

Donald Trump kembali Lecehkan Bangsa Iran

 

Pemerintah AS khususnya Presiden Donald Trump memiliki perilaku buruk dan sikap memalukan dan melecehkan negara-negara independen. Pekan lalu kita kembali menyaksikan statemen melecehkan Trump terhadap Republik Islam Iran.

 

Donald Trump dalam jumpa pers melontarkan statemen menghina terhadap rakyat Iran dan menyebutnya bangsa teroris. Ia mengatakan, "Jika Anda menyaksikan Iran, dan apa yang mereka perbuat, maka Anda akan menyadari bahwa mereka saat ini adalah sebuah bangsa teroris."

 

Trump hari Selasa dalam sebuah statemennya menuding Iran bertanggung jawab atas perang proksi berdarah terhadap Arab Saudi di Yaman dan mengklaim Iran mengintervensi urusan internal negara-negara kawasan.

 

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif hari Rabu di akun twitternya kepada Trump menulis, penyebutan berulang Iran sebagai bangsa teroris merupakan bukti dari kebencian terhadap seluruh rakyat dan menguak tujuan sejati dari penargetan bangsa Iran oleh sanksi ilegal AS. Tapi impian ekstrimis AS untuk menghancurkan bangsa Iran tidak akan pernah terwujud.

Presiden AS Donald Trump

 

Menlu Inggris Tiba di Tehran

 

Menteri Luar Negeri Inggris, Jeremy Hunt bersama rombongan tiba di Tehran untuk berunding dengan sejawatnya dari Iran dan bertemu dengan petinggi negara ini.

 

Menurut laporan IRNA, Jeremy Hunt selain bertemu dengan Menlu Iran Mohammad Javad Zarif juga akan berunding dengan Sekretaris Dewan Tinggi Keamanan Nasional Iran Ali Shamkhani.

 

Di antara agenda yang akan dibicarakan menlu Inggris selama di Tehran adalah hubungan bilateral, transformasi regional dan internasional serta Rencana Aksi Bersama Komprehesif (JCPOA).

 

Ini merupakan kunjungan pertama Jeremy Hunt ke Tehran setelah menjabat sebagai menlu Inggris. Kunjungan Menlu Inggris ke Iran dilakukan setelah pemberlakukan fase kedua sanksi ilegal AS terhadap Tehran.

 

Sepertinya isu SPA, mekanisme usulan Eropa untuk menjamin kepentingan Iran di JCPOA serta langkah lain Eropa termasuk isu yang bakal dibicarakan selama kunjungan Hunt ke Tehran.

Hunt dan Zarif

 

 

Tags

Komentar