Dec 04, 2018 17:19 Asia/Jakarta
  • Rudal Republik Islam Iran
    Rudal Republik Islam Iran

Brian Hook, Ketua Kelompok Aksi Iran di Departemen Luar Negeri Amerika Serikat, mendesak negara-negara Eropa untuk memboikot Iran

"Kami ingin melihat Uni Eropa menggunakan sanksi yang menargetkan program rudal Iran," ujar Brian Hook, hari Senin (3/12) di depan para wartawan dalam kunjungan bersama Menteri Luar Negeri AS dengan Mike Pumpo ke Brussels.

Brian Hook, Ketua Kelompok Aksi Iran di Departemen Luar Negeri Amerika Serikat

Hook mengatakan bahwa Amerika Serikat dan Eropa punya penilaian bersama tentang apa yang dinamakannya sebagai "ancaman" rudal dari Iran serta mengklaim bahwa Eropa mengetahui bahwa Iran telah melanggar resolusi Dewan Keamanan.

Pekan lalu, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeu untuk menunjukkan kemampuan rudal Iran dan mendorong Eropa untuk mengikuti kebijakan Amerika mengklaim bahwa Tehran telah menguji rudal balistik jarak menengah yang mampu membawa beberapa hulu ledak nuklir.

Salah satu skenario Washington sebelum keluar dari Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA) dengan menunjukkan potongan-potongan rudal yang ditembakkah ke Riyadh dan menunjukkan rudal itu buatan Iran serta Tehran telah melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB soal boikot penjualan senjata ke Yaman. Pemerintah Trump selain meningkatkan gerakan diplomatik untuk mengajak Eropa, Cina dan Rusia bersama-sama dalam masalah ini, berusaha menunjukkan potongan rudal tersebut guna membuat dunia sadar akan apa yang disebut ancaman rudal Iran. Tetapi tidak berapa lama, tanda-tanda kebohongan klaim palsu Amerika Serikat menjadi jelas dalam skenario ini.

Segera setelah kontroversi media, Farhan Haq, Deputi Jubir Sekjen PBB mengatakan bahwa tidak ada bukti yang jelas terkait negara pembuat rudal yang ditembakkan dari Yaman ke Arab Saudi.

Majalah Foreign Policy dalam analisanya menulis, "Bukti-bukti yang diberikan oleh pemberintah baru Gedung Putih belum disetujui oleh PBB dan komponen rudal yang ditunjukkan memiliki bagian yang dibuat oleh Amerika Serikat."

Tuduhan ini terus terjadi, padahal program rudal Iran benar-benar defensif.

Brigjen Amir Hatami, Menteri Pertahanan Republik Islam Iran sekaitan dengan hal ini mengatakan, "Strategi musuh melemahkan kekuatan dan kemampuan pertahanan Iran, tetapi Republik Islam tidak akan membiarkan siapapun merusak kekuatan pertahanan negara."

Kebijakan Amerika Serikat dirancang untuk memaksa negara-negara Eropa pendukung JCPOA untuk fokus pada program rudal dan kegiatan lain di Iran, bukannya JCPOA.

Institut Penelitian Perdamaian Internasional Stockholm (SIPRI) dalam analisis tentang kemungkinan perilaku Eropa menulis, "Ketika muncul satu kondisi, dimana sanksi Amerika Serikat mengganggu perdagangan legal Iran dengan Eropa, opsi Uni Eropa dapat menjadi faktor penting dalam menentukan JCPOA."

Eropa telah menerima pesan jelas dalam masalah ini dari Iran.

Pidato Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei

Pidato Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei soal JCPOA Eropa dan sikap negara-negara Eropa dalam masalah ini jelas dan transparan. Rahbat dalam pidatonya bertepatan dengan peringatan haul Imam Khomeini ra kepada Eropa menjelaskan, "Pemaksaan untuk membatasi pengembangan rudal di negara ini adalah mimpi yang tidak akan pernah terwujudkan."

Tags

Komentar