Dec 05, 2018 16:37 Asia/Jakarta
  • Dewan Keamanan PBB
    Dewan Keamanan PBB

Amerika Serikat telah memulai serangkaian tekanan dengan dalih uji coba rudal di Iran. Dalam atmosfer tersebut, beberapa negara Eropa juga telah membuat pernyataan sesuai dengan kepentingan Amerika Serikat.

Mohammad Javad Zarif, Menteri luar negeri Iran di laman Twitternya mereaksi pernyataan beberapa pejabat negara-negara Barat untuk membentuk sidang Dewan Keamanan PBB membahas program rudal Iran dan menulis, "Penyalahgunaan konyol Amerika Serikat akan Dewan Keamanan PBB tidak dapat menutupi kekurangan negara untuk mematuhi kewajibannya."

Mohammad Javad Zarif, Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran

Program pertahanan rudal Iran tidak bertentangan dengan resolusi Dewan Keamanan PBB 2231.

Para pejabat pemerintah Amerika Serikat menilai pengujian rudal Iran melanggar Resolusi 2231, ketika Brian Hook, Ketua Kelompok Aksi Iran di Departemen Luar Negeri AS dalam pernyataan 20 September mengatakan, "Sesuai dengan resolusi Dewan Keamanan 2231, yang secara resmi menyetujui perjanjian nuklir Iran dan membatalkan resolusi bernomor 1920, Iran hanya diminta ntuk tidak melakukan apapun terkait dengan rudal balistik yang mampu membawa hulu ledak nuklir."

Dalam kebijakan pertahanan rudal yang didokumentasikan di Iran, tidak ada desain dan perencanaan untuk rudal yang mampu menggunakan hulu ledak nuklir.

Amerika Serikat dan Eropa sensitif terhadap parameter pertahanan keamanan dan rudal Iran dan pada saat yang sama telah menutup mata mereka terhadap ancaman nyata di lingkungan keamanan kawasan. Jika diasumsikan Iran telah membuat kawasan tidak aman, saat ini tidak hanya kawasan, tetapi juga kota-kota Eropa dan bahkan Amerika Serikat telah dibanjiri Daesh (ISIS) dan para teroris yang didukung oleh Arab Saudi, Amerika Serikat dan Israel, begitu juga kesalahan beberapa negara Eropa, termasuk Perancis telah membuat kawasan dan dunia menjadi tidak aman. Ketika Amerika mengajukan rencana untuk penyebaran perisai rudal di Eropa dengan dalih melawan ancaman Iran, Amerika Serikat menyatakan bahwa, meskipun ada kesepakatan mengenai masalah nuklir Iran, perisai rudal NATO akan tetap di Eropa, baik ada kesepakatan atau tidak.

Sergei Lavrov, Menteri Luar Negeri Rusia, waktu itu dalam dalam sebuah artikel, "Bukti inkonsistensi verbal dan perilaku seperti itu di Amerika Serikat membuktikan bahwa ancaman Iran adalah dari awal hanya sebuah dalih."

Wakil Perdana Menteri Rusia Dmitry Rogozin dalam sebuah catatan mengatakan dalam sebuah catatan dengan kiasan kepada Amerika Serikat mengatakan, "Perisai rudal akan tetap ada, karena sistem itu pada prinsipnya ditujukan bukan untuk melawan ancaman Iran."

Setelah secara resmi keluar dari Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA), Amerika Serikat mengejar dua tujuan strategis melawan Iran.

JCPOA

Tujuan pertama menunjukkan bahwa sanksi Amerika Serikat efektif terhadap ekonomi Iran. Amerika Serikat membutuhkan dukungan Eropa untuk menjaga kredibilitasnya. Tetapi bahkan dengan penyelarasan verbal Eropa, Amerika Serikat masih tidak dapat mencapai tujuannya.

Presiden Republik Islam Iran Hassan Rouhani pada hari Selasa (04/12) dalam pertemuan dengan warga Shahroud di provinsi Semnan, timur Tehran mengatakan, "Bangsa Iran tidak akan pernah tunduk dihadapan musuh. Bangsa besar Iran membuktikan bahwa kemenangan akhir dalam pertempuran dengan Amerika."

Tujuan kedua Amerika Serikat berfokus pada opsi melemahkan kemampuan pertahanan Iran, tetapi sikap selektif dan diskriminatif terhadap kekuatan militer Iran tidak lain adalah intervensi dan pelanggaran nyata terhadap hukum internasional.

Tags

Komentar