Dec 16, 2018 19:39 Asia/Jakarta
  • Menlu Iran Mohammad Javad Zarif
    Menlu Iran Mohammad Javad Zarif

Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran, Mohammad Javad Zarif mengatakan, jika kepentingan nasional Iran di JCPOA tidak terjamin dan Uni Eropa tidak komitmen dengan janjinya, maka Republik Isalm juga tidak akan mematuhi kesepakatan ini.

Zarif Sebtu (15/12) di Forum Doha 2018 seraya menjelaskan bahwa tidak ada alasan perundingan Iran dan AS mengatakan, Tehran tidak akan pernah berunding dengan negara yang menentukan 12 syarat kepada Iran.

 

Seraya menekankan bahwa sanksi AS tidak akan mengubah kebijakan Iran, Zarif mengungkapkan, Iran akan melanjutkan penjualan minyak dan interaksi dengan masyarakat dunia. Mereka yang memilih menolak interaksi dengan Tehran, maka ia benar-benar pecundang.

 

Menlu Iran seraya menjelaskan bahwa AS justru negara yang mengintervensi kawasan Asia Barat, dan malah menuding Iran yang melakukan intervensi mengungkapkan, Iran saat mengirim penasehat militernya ke manapun, dilakukan dengan permintaan resmi pemerintah tersebut dan Iran akan keluar dari Suriah jika pemerintah Damaskus menghendakinya.

 

Zarif di kesempatan tersebut juga menepis pengiriman senjata Iran ke Yaman dan menegaskan, Iran tidak memberi senjata kepada rakyat Yaman dan rakyat negara Arab tersebut menggunakan senjata yang diterima negara ini dari Arab Saudi di era pemerintahan Ali Abdullah Saleh.

 

Zarif menjelaskan, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab dengan senjata impor dari AS dan Inggris mengubah Yaman menjadi neraka dan membantai puluhan ribu rakyat Yaman secara langsung melalui serangan udara koalisi Arab.

 

Menteri Luar Negeri Iran seraya mengisyaratkan perundingan damai Yaman mengaku optimis bahwa kesepakatan Swedia terkait krisis Yaman akan mengakhiri penderitaan rakyat negara Arab miskin ini. (MF)

 

Tags

Komentar