Feb 13, 2019 17:57 Asia/Jakarta
  • Chuici Date dan Ali Larijani
    Chuici Date dan Ali Larijani

Ali Larijani, Ketua Parlemen Republik Islam Iran yang mengunjungi Jepang atas undangan Chuichi Date, Ketua Majelis Tinggi Jepang. Tujuan utama kunjungan Larijani ke Jepang adalah perluasan kerja sama antarparlemen dan perdagangan bilateral.

Rapor hubungan antara kedua negara menunjukkan bahwa hubungan antara Tehran dan Tokyo, terlepas dari latar belakang sebelumnya berada di bawah pengaruh sanksi dan tekanan Amerika Serikat belum mencapai potensi penuh mereka. Karena itu, kedua negara harus berusaha mencapai tingkat hubungan yang lebih menguntungkan.

Berbicara pada pertemuan dengan ketua dan sejumlah anggota parlemen di Tokyo, Ketua Parlemen Iran mengatakan, "Penting bagi Iran dan Jepang untuk mengambil langkah lebih lanjut demi memperluas kerja sama.”

Pertemuan delegasi parlemen Iran dan Jepang di Tokyo

Parlemen kedua negara tentu saja dapat memainkan peran yang efektif dalam mencapai tujuan yang ditetapkan oleh kedua negara.

Pernyataan yang disampaikan oleh Chuichi Date, Ketua Majelis Tinggi Jepang, dalam pertemuan mereka dengan delegasi parlemen Iran patut diperhatikan. Iran memiliki peradaban besar, kaya dan terbesar di Timur Tengah. Dikatakannya, “Iran dan Jepang memiliki hubungan yang lama dan dalam pertemuan perdana menteri Jepang baru-baru ini dengan presiden Iran hubungan ini lebih aktif lagi.”

Dari sudut pandang Tehran, pengembangan hubungan dengan Jepang ditekankan dalam konteks kebijakan melihat ke Timur dan dalam kebijakan luar negeri Iran ada pandangan positif terhadap Jepang. Meskipun ada kecenderungan bilateral, tindakan praktis harus diambil untuk mencapai kerangka kerja yang stabil.

Jepang sebagai negara hukum percaya bahwa kepatuhan dengan kewajiban adalah salah satu persyaratan untuk interaksi di kancah regional dan internasional. Untuk alasan ini, diharapkan para pejabat negara akan memiliki pandangan yang lebih realistis pada perilaku Amerika. Karena perilaku Amerika Serikat tidak hanya tentang Rencana Aksi Bersama Konprehensif (JCPOA), tetapi juga pada komitmen lain seperti Konvensi Perubahan Iklim dan Non-Proliferasi Senjata Nuklir, menunjukkan perilaku tidak biasa dan bertentangan dengan kepentingan negara lain.

Donald Nuechterlein, analis urusan politik dan akademisi Amerika mengatakan, “Apa yang disebut membela keamanan dan ketertiban internasional oleh Amerika Serikat adalah alasan Amerika untuk menghancurkan bangsa-bangsa di kawasan dan menciptakan instabilitas di pelbagai bidang.”

Jepang sekarang sadar betul bahwa Iran ingin menjaga stabilitas di kawasan dan menyelesaikan masalah melalui dialog.

Oleh karena itu, kerja sama internasional dan multilateralisme di arena internasional berada di garis depan kebijakan luar negeri Iran. Negara Iran juga mengejar kebijakan yang seimbang dan berkelanjutan dalam hubungan luar negerinya. Pandangan-pandangan ini dianggap oleh Tokyo sebagai hal yang penting.

Persahabatan Iran dan Jepang

Di bidang ekonomi dan perdagangan, Iran tertarik untuk bekerja sama dengan Jepang di berbagai sektor industri, teknis dan perdagangan, dan Jepang dapat menjadi mitra berkelanjutan bagi Iran di bidang-bidang seperti transportasi, energi serta minyak dan gas.

Dalam kerangka komponen ini, kunjungan Ketua Parlemen Iran ke Jepang bisa menjadi awal baru hubungan antara Tehran dan Tokyo. Diharapkan seperti yang disampaikan Chuichi Date, Ketua Majelis Tinggi Jepang, kunjungan delegasi Iran ke Jepang menjadi peluang untuk meningkatkan interaksi antara kedua negara.

Tags

Komentar