Feb 14, 2019 22:01 Asia/Jakarta
  • Komandan Senior Angkatan Darat Pasukan Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) Brigadir Jenderal Mohammad Pakpour.
    Komandan Senior Angkatan Darat Pasukan Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) Brigadir Jenderal Mohammad Pakpour.

Komandan Senior Angkatan Darat Pasukan Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) Brigadir Jenderal Mohammad Pakpour mengatakan bahwa Republik Islam akan menindak tegas dan membalas kelompok teroris yang bertanggung jawab atas serangan bom di Sistan-Baluchistan pada Rabu petang, 13 Februari 2019.

"Balasan keras akan diberikan kepada para teroris, pendukung dan para pemimpinnya, di mana pun mereka berada. Selama ini kami selalu menepati janji kami," kata Pakpour pada hari Kamis (14/2/201) ketika menyinggung serangan terbaru yang menarget bus pasukan AD IRGC di jalan Khash-Zahedan.

Dia menambahkan, serangan teror anti-Iran yang berasal dari wilayah Pakistan telah menjadi masalah selama 20 tahun terakhir dan jika ada keinginan nyata dan keinginan untuk menghadapi terorisme di antara para politisi dan pemimpin Pakistan, maka hari ini akar terorisme tentunya telah tercerabut.

Pejabat tinggi militer Iran ini memperingatkan para pemimpin Pakistan bahwa jika mereka gagal mengatasi para teroris, maka para teroris itu pasti akan menimbulkan masalah bagi Pakistan itu sendiri, di mana cepat atau lambat mendatangkan malapetaka di negara itu.

Serangan bom mobil bunuh diri menghantam bus yang mengangkut pasukan IRGC di jalan Zahedan-Khash, Iran tenggara pada Rabu petang. Menurut pernyataan Unit Angkatan Darat IRGC, 27 pasukan penjaga perbatasan gugur syahid dan 12 lainnya terluka dalam serangan keji tersebut. Kelompok teroris Jaish al-Zulm mengaku bertanggung jawab atas serangan itu. (RA)

Tags

Komentar