Mar 24, 2019 20:11 Asia/Jakarta
  • Hossein Amir Abdollahian
    Hossein Amir Abdollahian

Asisten khusus ketua parlemen Republik Islam Iran bidang internasional, Hossein Amir Abdollahian mengatakan, Yaman merupakan peluang bagi Arab Saudi untuk memperbaiki keselahan strategisnya dengan menghentikan agresi ke negara Arab miskin ini.

Hossein Amir Abdollahian Ahad (24/3) dalam wawancaranya dengan IRIB menambahkan, kebijakan luar negeri Iran selama empat dekade lalu adalah berusaha memberi pesan kepada pemimpin Arab Saudi bahwa Tehran dan Riyadh sebagai dua negara penting di kawasan dapat menyelesaikan kendala bilateral serta membantu perdamaian, stabilitas dan keamanan berkesinambungan di kawasan.

Perang di Yaman

Asisten khusus ketua parlemen Iran ini menjelaskan, selama transformasi tahun-tahun terakhir dalam perang melawan terorisme di kawasan, Iran berada di sisi positif transformasi, namun Arab Saudi dan sekutunya berada di sisi negatif dan menjadi pendukung teroris.

"Kebijakan keras Arab Saudi saat ini cenderung permusuhan kepada negara-negara independen dan bangsa penuntut kebebasan di kawasan serta mengakui agresor seperti rezim Zionis Israel," papar Abdollahian.

Ia menekankan, statemen Putra Mahkota Saudi, Mohammad bin Salman (MBS) dalam mendukung Israel dan menyerang bangsa Palestina, sebuah kesalahan besar dan kekeliruan strateginya serta Arab Saudi di masa mendatang akan terpecah melalui peta Zionis-AS.

"Iran menentang disintegrasi negara-negara Islam baik itu Irak, Suriah, Mesir, Arab Saudi atau negara Islam manapun serta berharap kesalahan besar Saudi dan Uni Emirat Arab selama empat tahun lalu, yakni agresi ke Yaman segera dihentikan," ungkap Abdollahian. (MF)

 

 

 

 

Tags

Komentar