Apr 22, 2019 19:23 Asia/Jakarta
  • Hassan Rouhani dan Imran Khan
    Hassan Rouhani dan Imran Khan

Presiden Republik Islam Iran, Hassan Rouhani mengatakan, Tehran dan Islamabad memutuskan untuk membentuk pasukan reaksi cepat guna memerangi terorisme di perbatasan.

Hassan Rouhani Senin (22/4) saat jumpa pers bersama Perdana Menteri Pakistan Imran Khan di Tehran menambahkan, Iran dan Pakistan sepakat meningkatkan kerja sama keamanan di antara mereka.

Rouhani menilai perundingan dengan PM Pakistan sebagai langkah baru di hubungan Tehran-Islamabad. "Kedua negara memutuskan untuk memperluas hubungan ini dan tidak ada negara ketiga yang mampu mempengaruhi hubungan ini," papar Rouhani.

Presiden Iran juga mengisyaratkan kapasitas Tehran dan Islamabad untuk memperluas kerja sama perdagangan dan ekonomi. "Iran siap menjamin kebutuhan minyak Pakistan, dan mengambil langkah yang diperlukan terkait penyempurnaan jalur pipa gas," ungkap Rouhani.

Sementara itu, Imran Khan di jumpa pers tersebut seraya mengisyaratkan posisi Iran di kawasan Asia Barat mengatakan, Tehran dan Islamabad mampu memainkan peran berpengaruh dalam menciptakan perdamaian dan stabilitas di Afghanistan.

Imran Khan juga menilai langkah Presiden AS Donald Trump mengakui Quds sebagai ibukota Israel dan aneksasi Golan oleh Tel Aviv sebagai pelanggaran nyata terhadap resolusi PBB. Ia menambahkan, langkah ini pelanggaran terhadap hak-hak kemanusiaan.

PM Pakistan seraya mengisyaratkan isu Kasmir mengatakan, Kashmir tidak memiliki solusi militer dan jika krisis di wilayah ini terselesaikan, maka perdagangan di kawasan akan semakin ramai.

Imran Khan juga menegaskan urgensitas peningkatan kerja sama Iran dan Pakistan di berbagai sektor. (MF)

 

Tags

Komentar