Apr 24, 2019 12:33 Asia/Jakarta
  • Menteri Perminyakan Iran, Bijan Namdar Zangeneh.
    Menteri Perminyakan Iran, Bijan Namdar Zangeneh.

Menteri Perminyakan Iran, Bijan Namdar Zangeneh mengatakan AS perlu mengetahui bahwa mimpinya untuk menghentikan ekspor minyak Iran ke titik nol, tidak akan pernah terwujud.

"Statemen AS dan sekutunya bahwa mereka bisa menemukan alternatif dan menutupi kekosongan pasokan minyak Iran adalah bukti dari lemahnya ancaman itu," ujarnya dalam sebuah komentar pada hari Selasa (23/4/2019).

Zangeneh menjelaskan kondisi pasar minyak tidak dapat diprediksi dan sangat rentan, dan mustahil pasokan yang cukup akan tersedia, karena negara-negara regional mengumumkan kapasitas produksi di luar tingkat yang sebenarnya.

Presiden Donald Trump secara sepihak meninggalkan perjanjian nuklir JCPOA pada 8 Mei 2018 dan kemudian mengembalikan sanksi-sanksi nuklir terhadap Iran.

Sebelum ini, Gedung Putih menyatakan bahwa AS akan mengakhiri keringanan yang memungkinkan delapan negara untuk membeli minyak Iran tanpa menghadapi sanksi.

Para konsumen minyak Iran harus menghentikan pembelian mereka pada 1 Mei 2019 atau menghadapi sanksi.

"AS, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab... bersama dengan sekutu kami, berkomitmen untuk memastikan bahwa pasar minyak global tetap mendapat pasokan secara memadai," kata pernyataan Gedung Putih. (RM)

Tags

Komentar