Apr 24, 2019 19:21 Asia/Jakarta
  • Rahbar, Ayatullah Khamenei
    Rahbar, Ayatullah Khamenei

Rahbar atau Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei Rabu (24/4) saat bertemu dengan ribuan buruh menyebut bekerja tak henti sebagai syarat penting untuk meningkatkan produksi dan merealisasikan strategi ekonomi muqawama.

Rahbar menambahkan, musuh memusatkan tekanan di bidang ekonomi supaya bangsa Iran menyerah, tapi bangsa Iran tidak akan pernah bertekuk lutut, dan akan membalas langkah AS, juga akan memanfaatkan sanksi ini untuk pertumbuhan dan kemajuannya.

Pertemuan Rahbar dengan Buruh Iran

Pengalaman selama beberapa tahun terakhir, khususnya di era sanksi AS untuk melawan pemerintahan independen Iran menunjukkan bahwa Washington dan sekutunya memanfaatkan berbagai unsur dan metode untuk meraih ambisi anti Tehrannya. Permusuhan tersebut saat ini difokuskan pada isu ekonomi dan menciptakan jurang antara rakyat dan pemerintah.

Ayatullah Khamenei di pidatonya saat menjelaskan poin ini seraya mengisyaratkan klaim petinggi Amerika dan Zionis menambahkan, mereka mengatakan dirinya musuh pemerintah Republik Islam dan tidak memilik permusuhan dengan rakyat Iran, namun permusuhan dengan Republk Islam yakni permusuhan dengan rakyat Iran, karena Republik Islam dibentuk dengan bantuan rakyat dan jika tidak ada bantuan rakyat, maka Republik Islam juga tidak akan ada.

Arahan Rahbar hari ini membawa pesan penting sebagai rekomendasi beliau terkait jalan yang benar dan efektif untuk melawan konspirasi musuh. Dengan demikian arahan beliau memiliki nilai strategis yang tinggi.

Penamanan tahun ini sebagai Tahun Perkembangan Prodksi, dukungan terhadap produk Iran, mobilitas kerja dan ekonomi muqawama yang juga ditekankan dalam pidato Rahbar hari ini, sejatinya termasuk strategi penting yang menjadi peluang bagi kehormatan nasional dan benteng kuat dalam melawan keputusan asing.

Terkait hal ini Rahbar seraya mengisyaratkan upaya AS untuk menutup jalan ekspor minyak Iran mengingatkan, bangsa aktif dan pejabat cerdas Iran telah menunjukkan bahwa jika mereka berusaha maka seluruh kebuntuan dapat dihancurkan dan pastinya upaya Amerika ini akan gagal dan Republik Islam Iran jika diperlukan dan menginginkan, akan mengekspor minyaknya.

 

Amerika saat ini melalui aksi gilanya berusaha membuat bangsa Iran terjepit perekonomiannya dengan memanfaatkan rezim-rezim boneka regionalnya seperti Arab Saudi dan sejumlah rezim lainnya. Namun bangsa Iran selama 40 tahun lalu melaui resistensi dan persatuannya serta dengan rasa percaya diri yang tinggi tidak pernah dan tidak akan pernah menyerah terhadap ancaman dan represi.

Menurut Rahbar, bangsa Iran bukan bangsa yang dengan mudah dapat dipengaruhi dan menderita akibat konspirasi serta hanya duduk diam.

Majalah Foreign Policy dalam sebuah artikelnya dengan tajuk "Perjudian Besar Trump atas Minyak Iran" menulis, pemerintah Donald Trump bersedia menerima resiko besar sebuah kebijakan ekonomi dengan tujuan membuat ekspor minyak Iran ke titik nol, karena Iran memiliki banyak opsi di meja untuk membalas keputusan Washington. Iran misalnya dapat menutup Selat Hormuz di mana 30 persen ekspor minyak harian kawasan melalui selat ini dan memberi pukulan telak kepada Washington.

Perang ekonomi dan sanksi sejatinya sarana Amerika untuk menggapai ambisinya yang lebih besar di kawasan. Pemerintah independen Republik Islam Iran dengan kehadiran kuat dan perannya di kawasan berhasil membendung jalan mereka dan tidak akan mengijinkan trioka AS, Israel dan Arab Saudi meraih ambisi busuknya.

Seperti yang diingatkan Rahbar, upaya musuh adalah nafas terakhir permusuhan mereka dan musuh pada akhirnya akan lelah memusuhi bangsa Iran. Namun bangsa Iran tidak akan lelah bekerja dan berusaha serta menggapai kemajuan.

 

 

Tags

Komentar