Apr 25, 2019 18:51 Asia/Jakarta
  • Sayid Abbas Mousavi Jubir Kemenlu Iran bersama Zarif
    Sayid Abbas Mousavi Jubir Kemenlu Iran bersama Zarif

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran, Sayid Abbas Mousavi mengatakan, mengingat sikap AS yang suka mengingkari janji, membuat jalan untuk berunding dengan negara ini tertutup.

Sayid Abbas Mousavi Kamis (25/4) saat diwawancarai wartawan IRIB terkait kesiapan AS berunding lebih  dengan Iran menambahkan, keluarnya AS dari JCPOA mengindikasikan klaim perundingan dengan Iran tak lebih sebuah kelakar, karena Iran tidak menganggap serius permintaan perundingan oleh AS dan permintaan tersebut tidak serius.

Sanksi Minyak Iran

Jubir Kemenlu Iran menjelaskan, jika Amerika benar-benar serius berunding dan komitmen dengan perjanjian, maka JCPOA adalah perundingan dan kesepakatan terbaik yang dapat membawa seluruh negara ke satu tujuan.

Mousavi seraya menjelaskan bahwa Iran telah terbiasa dengan sanksi dan resistensi selama era sanksi mengingatkan, perubahan pemerintah Amerika menunjukkan bahwa pemerintah dan negara ini tidak dapat dijadikan mitra perundingan bahkan dalam hal paling kecil di dunia.

Ia menilai rezim Zionis Israel dan sejumlah negara reaksioner kawasan sama dengan Amerika terkait haus perang dan sikap radikal. Ia menekankan, langkah pertama kubu ekstrim dan haus perang di pemerintahan Amerika adalah keluar dari JCPOA dan kemudian memulihkan sanksi sepihak serta ilegal terhadap Iran.

Jubir kemenlu Iran juga merespon larangan AS atas pengiriman bantuan tunai kepada korban banjir di Iran dan mengatakan, sangat disayangkan karena sanksi zalim, sepihak dan ilegal Amerika, Bulan Sabit Iran sampai saat ini tidak mampu menerima bantuan tunai dari luar. (MF)

 

Tags

Komentar