Mei 14, 2019 12:54 Asia/Jakarta
  • Mohammad Javad Zarif, Menteri Luar Negeri Iran
    Mohammad Javad Zarif, Menteri Luar Negeri Iran

Mohammad Javad Zarif, Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran hari Senin sore (23/05) bertolak menuju New Delhi guna melakukan pertemuan dan pembicaraan dengan para pejabat India.

Menteri Luar Negeri Iran langsung melakukan kunjungan ke India setelah lawatannya ke Turkmenistan berakhir dan ini menunjukkan diplomasi aktif Republik Islam terkait hubungan regional.

Mohammad Javad Zarif, Menteri Luar Negeri Iran

Di akhir kunjungannya ke Turkmenistan, Zarif menyatakan kepuasannya dalam pertemuannya dengan Gurbanguly Berdimuhamedow, Presiden Turkmenistan dan Rasit Meredow, Menteri Luar Negeri Turkmenistan. Zarif mengatakan, "Dalam sejumlah pertemuan yang dilakukan, pembicaraan berkisar soal hubungan bilateral, regional dan internasional. Kedua negara sepakat untuk memperluas kerja sama bilateral di semua bidang, termasuk transportasi, energi, transit, perdagangan dan kontra-narkotika."

Sementara perjalanan menteri luar negeri Iran ke New Delhi juga dimulai dengan penekanan pada perluasan hubungan di semua bidang.

Hubungan luas yang dimiliki India dengan Republik Islam Iran di sektor-sektor penting seperti energi, perbankan, transportasi dan investasi di pelabuhan strategis Chabahar, telah memasuki fase baru interaksi ekonomi bilateral dan multilateral. Dengan demikian, jelas bahwa India harus mempertahankan dan penting untuk mengembangkan hubungan ekonomi dengan Iran, dengan mempertimbangkan dua hal penting: pasokan energi dan akses rute transit Iran melalui pelabuhan Chabahar dan Koridor Utara-Selatan.

India, dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi, membutuhkan energi dari sumber yang dapat diandalkan, dan Iran adalah opsi berkelanjutan untuk tujuan ini. India adalah salah satu importir dan konsumen minyak terbesar di dunia, sekaligus menjadi pelanggan minyak Iran terbesar kedua (setelah Cina). Jelas, setiap hambatan untuk membuka akses ke sumber energi dapat memiliki dampak negatif pada ekonomi negara-negara konsumen energi utama. Oleh karena itu, masalah penarikan diri Amerika Serikat dari Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA) dan kembalinya sanksi AS secara sepihak serta memaksakannya di negara lain, adalah salah satu topik yang akan dibahas pada pembicaraan Menteri Luar Negeri Iran di New Delhi.

Sushma Swaraj, Menteri Luar Negeri India dalam pertemuan tahun lalu dengan Zarif di New Delhi mengatakan, "India telah dengan jelas menyatakan bahwa mereka tidak mendukung sanksi AS secara sepihak."

Hassan Mohseni Fard, pakar ilmu politik dalam analisis pertimbangan yang harus dibuat dalam hubungan antara Tehran dan New Delhi mengatakan, "Saat ini pandangan dominan di India bahwa sanksi baru AS tergantung pada tingkat keparahan dan kelemahan penerapannya atau akan berhenti atau, dengan cara yang paling optimis, akan memperlambat kemajuan perjanjian bersama."

Dalam beberapa tahun terakhir, banyak perjanjian telah ditandatangani antara kedua negara, 15 di antaranya diselesaikan di New Delhi selama kunjungan Hassan Rouhani tahun lalu (Februari 2018). Permasalahan yang tercakup dalam perjanjian ini sangat luas dan menghindari pajak berganda, kerja sama pertanian, promosi kerja sama antara dua kamar dagang dan perjanjian perbankan. Dalam kerangka kerja ini, kerja sama Tehran dan Delhi, khususnya di pelabuhan Chabahar, telah memberikan peluang unik untuk perdagangan dan akses yang mudah, cepat dan aman ke pasar regional.

Hassan Rouhani dalam kunjungan ke India

Memperhatikan pertimbangan-pertimbangan ini, kunjungan Zarif ke New Delhi harus dilihat dari sudut pandang diplomasi aktif regional Iran dan dari titik lain dalam pengembangan hubungan bilateral antara Tehran dan New Delhi. Lebih khususnya lagi, Zarif melakukan perjalanan ke India disertai delegasi politik dan ekonomi tingkat tinggi.

Tags

Komentar