Mei 15, 2019 16:25 Asia/Jakarta
  • Pertemuan Ayatullah Khamenei dan para pejabat tinggi Iran
    Pertemuan Ayatullah Khamenei dan para pejabat tinggi Iran

Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei, Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar Selasa sore (14/05) dalam pertemuan dengan para pejabat tinggi negara, anggota parlemen, dan aktivis politik di Tehran menyinggung upaya dan langkah Amerika anti-Iran menjelaskan, "Pilihan pasti bangsa Iran dalam menghadapi musuh adalah perlawanan di semua lini."

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran sambil menjelaskan tujuan jahat Amerika untuk "mengubah perhitungan dan menyerahnya para pejabat," serta "memisahkan rakyat dari negara" menekankan, "Dalam menghadapi musuh hanya ada dua jalan, kita mundur dan mereka maju dan atau muqawama dan perlawanan, dimana pengalaman kita di Republik Islam Iran menunjukkan setiap kali kita menghadapi musuh, kita mendapatkan jawabannya."

Ayatullah Khamenei dan Hassan Rouhani

Pernyataan Ayatullah Khamenei mengandung poin-poin penting yang penting dan strategis dalam melawan konspirasi para musuh. Amerika Serikat dengan langkah-langkah gilanya dengan memanfaatkan rezim-rezim bonekanya di kawasan berusaha mengintimidasi Iran dengan ancaman dan retorika yang berkisar pada perang. Namun bangsa Iran telah melihat era perang dan menyadari fakta menurunnya kekuatan Amerika sadar. Ada banyak alasan mengapa kekuatan dan hegemoni Amerika Serikat di dunia menurun dan Amerika saat ini jauh lebih lemah daripada Amerika empat dekade lalu.

Sekaitan dengan hal ini, Rahbar mengatakan, "Masalah penting sosial, kontradiksi dan kekacauan di pemerintah AS adalah fakta yang menunjukkan status musuh yang buruk."

Rahbar dengan referensi yang berasal dari laporan resmi pusat-pusat pemerintah Amerika Serikat mengatakan, "Kementerian Pertanian AS telah melaporkan bahwa 41 juta orang Amerika membutuhkan makanan, lebih dari 40 persen bayi dilahirkan di luar nikah, ada 2,2 juta tahanan, mereka memiliki tingkat pemakai narkoba tertinggi, dan 31 persen kasus penembakan massal di dunia terjadi di AS."

Ayatullah Khamenei mengingatkan semua orang agar tidak terpesona dengan kehebatan AS. Tentu saja, kita juga tidak bisa meremehkan mereka, tetapi mereka tidak sekuat itu dan mereka terjebak dalam banyak masalah.

Mengacu pada tuntutan dan tujuan AS dari perundingan, khususnya tentang masalah kekuatan rudal Iran, Rahbar mengatakan, "Makna sebenarnya dari ucapan ini adalah bahwa Anda harus mengurangi jangkauan dan akurasi rudal Anda, sehingga jika kami menyerang Anda suatu hari, Anda tidak dapat membalas. Jelas, tidak ada seorangpun di Iran yang dapat menerima ucapan ini. Berdasarkan fakta-fakta ini, prinsip negosiasi dengan Amerika Serikat bahkan dengan orang yang bertanggung jawab adalah salah dan konyol untuk bernegosiasi dengan mereka yang tidak menghargai apa pun, termasuk etika, hukum dan konvensi internasional, dan itu sepenuhnya tidak bermaknabermakna."

Bangsa Iran melihat solusi untuk masalah-masalah tidak dalam negosiasi dengan Amerika Serikat, bukan dalam janji-janji Eropa yang tidak terpenuhi dalam kerangka JCPOA (Rencana Aksi Bersama Komprehensif), tetapi dalam mengandalkan kemampuan internal dan kapasitas domestik negara. Setiap spekulasi, yang bertentangan dengan fakta ini, merupakan indikasi penilaian yang salah atas kondisi dan kekuatan internal bangsa Iran.

Dalam situasi saat ini, seperti yang dikatakan Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, "Perang tidak akan terjadi, tetapi yang akan terjadi adalah perang tekad. Dalam hal ini, tekad bangsa Iran dan sistem Republik Islam lebih kuat dari musuh dan dengan izin Allah Swt, kali ini kita juga akan menang."

Mark Palmer, ahli strategi terkenal Amerika yang disebut sebagai salah satu inovator kebijakan luar negeri AS, dalam laporan "Iran-AS: Pendekatan Baru" menulis:

"Iran telah menjadi kekuatan tak tertandingi yang tidak bisa lagi digulingkan oleh serangan militer dan pertempuran keras, tetapi satu-satunya cara untuk menggulingkan Republik Islam Iran adalah dengan mengejar mekanisme perang lunak dan menggunakan teknik propaganda psikologis dengan menggunakan doktrik perang media."

Ayatullah Khamenei dalam pertemuan dengan para pejabat negara Iran

Menciptakan kegelisahan, kekecewaan, frustrasi, dan perasaan menemui jalan buntu dalam memecahkan masalah ekonomi di benak publik adalah tujuan perang psikologis dan propaganda Barat, tetapi Iran menentang pelbagai konspirasi dengan kekuatan dan opsi pasti bangsa Iran dalam menghadapi musuh adalah perlawanan di semua bidang.

Tags

Komentar