Sep 07, 2019 16:31 Asia/Jakarta

Juru bicara Badan Energi Atom Iran, AEOI mengumumkan, langkah ketiga penurunan komitmen nuklir Iran, diterapkan hari Jumat (6/9/2019) atas perintah Presiden Iran.

Iranpress (7/9) melaporkan, Behrouz Kamalvandi, Sabtu (7/9) dalam jumpa persnya menjelaskan langkah ketiga penurunan komitmen JCPOA Iran dan menuturkan, AEOI berkewajiban untuk memulai aktivitas ilmu pengetahuan dan riset nuklir berdasarkan kebutuhan teknis, tanpa memperhatikan pembatasan-pembatasan JCPOA, dan mempercepat proses ini.

Jubir Badan Energi Atom Iran menambahkan, terkait masalah transparansi, komitmen Iran soal transparansi seperti sebelumnya akan dilaksanakan.

Ia menjelaskan, perubahan di bidang penelitian dan pengembangan akan mempermudah gerakan ke arah 1 juta SU.

Menurut Kamalvandi, empat langkah penurunan komitmen nuklir Iran yang pertama terkait dengan pasal 39 yang mengatur tentang produksi hasil pengayaan dan mesin-mesin generasi baru, serta tidak bercampurnya limbah dengan hasil rantai produksi ini.

Ia menegaskan, hari ini Badan Energi Atom Internasional, IAEA sudah mengumumkan bahwa produksi hasil riset menambah cadangan Iran.

Jubir AEOI menerangkan, begitu juga mesin IR6S yang rencananya awal tahun depan mulai menjalani fumigasi, sekarang sudah melakukannya.

"Pengoperasian rantai produksi 20 set IR4 yang dibahas dalam pasal 35, yang rencananya awal tahun depan akan dimulai, hari ini sudah dimulai. Rantai produksi 20 set mesin IR4 juga sudah dimulai, dan produksinya menambah cadangan Iran," paparnya.

Jubir Badan Energi Atom Iran menjelaskan, begitu juga IR6 untuk rantai produksi 20 set yang rencananya akan mulai menjalani proses fumigasi 2 bulan ke depan, sudah melakukan fumigasi kemarin, dan rantai produksi 30 set masuk dalam program berikutnya. (HS)

Tags

Komentar