Sep 11, 2019 17:47 Asia/Jakarta
  • Mayor Jenderal Mohammad Bagheri, Kepala Staf Gabungan Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran
    Mayor Jenderal Mohammad Bagheri, Kepala Staf Gabungan Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran

Mayor Jenderal Mohammad Bagheri, Kepala Staf Gabungan Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran tiba di Beijing, ibukota Cina Rabu pagi ini, 11 September 2019 memimpin delegasi tingkat tinggi untuk melakukan pertemuan dengan para pejabat militer Cina.

Membahas perkembangan regional, memperdalam hubungan pertahanan bilateral dan memperluas kerja sama adalah tujuan paling penting dari kunjungan Kepala Staf Gabungan Angkatan Bersenjata Iran ke Cina.

Hubungan militer antara Iran dan Cina mungkin tidak sedalam dan sejauh jangkauan ikatan ekonomi bilateral, tetapi hubungan ini sangat penting dan strategis. Bagian dari hubungan ini dibentuk pada tahun 2014 dengan kunjungan mantan Menteri Pertahanan Iran Hossein Dehghan ke Cina. Pada November 2016, Menteri Pertahanan Cina juga bertemu dengan para pejabat militer Iran di Tehran.

Menteri Pertahanan Cina dan Iran waktu itu menandatangani perjanjian keamanan dan militer (arsip)

Selama kunjungannya ke Tehran, Menteri Pertahanan Tiongkok Chang Wan Chuan mengumumkan kesediaan Beijing untuk meningkatkan kerja sama dengan Iran dan memperkuat hubungan persahabatan militer antara kedua negara, menekankan pada kesamaan kepentingan dan pemahaman antara Iran dan Cina tentang berbagai masalah global dan regional guna mempersiapkan penuh jalan bagi perkembangan kerja sama pertahanan militer antara kedua negara.

Dalam hal ini, selama kunjungan Menteri Pertahanan Cina ke Tehran, sebuah memorandum pertahanan ditandatangani antara kedua negara, yang berfungsi sebagai dasar untuk pengembangan hubungan militer antara kedua negara. Tehran dan Beijing dengan menandatangani nota kesepakatan kerja sama pertahanan dan militer telah memulai babak baru dalam pengembangan hubungan pertahanan dan militer Iran-Cina.

"Perluasan kerja sama pertahanan militer", "pertukaran pengalaman di bidang militer, terutama di bidang pendidikan" dan "perang komprehensif melawan terorisme dan komponen ketidakamanan di kawasan" adalah di antara ketentuan dari perjanjian ini.

Menindaklanjuti saling kunjung ini, Menteri Pertahanan Iran Amir Hatami juga melakukan perjalanan ke Cina tahun lalu. Pertemuan dan konsultasi dengan pejabat militer kedua negara dalam situasi saat ini memiliki pesan bagi kepentingan strategis regional. Kerja sama keamanan antara Iran dan negara-negara besar seperti Rusia dan Cina, yang memiliki kesamaan perspektif regional dan internasional dalam melawan unilateralisme AS, adalah kepentingan strategis.

Surat kabar The Global Times, dalam sebuah laporan menyoroti pentingnya pertemuan pejabat militer Iran dan Cina dan menjelaskan, Iran dan Cina memiliki hubungan baik di berbagai bidang dan kerja sama di bidang pertahanan juga dapat melengkapi hubungan yang ada.

Dari sudut pandang para analis politik, mengingat tingkat konvergensi yang cukup besar antara Tehran dan Beijing pada masalah regional dan internasional, memperkuat bagian kerja sama ini dapat memiliki banyak manfaat bagi kedua negara, terutama karena Iran dan Cina memiliki kepentingan bersama dalam menjaga stabilitas dan keamanan regional, termasuk di Teluk Persia dan Selat Hormuz.

Laksamana Amir Hossein Azad, Komandan Angkatan Laut Iran Zona 1 dalam menilai pentingnya kemitraan ini, mengatakan, "Tingkat hubungan politik dan diplomasi pertahanan antara Iran dan Cina bertujuan untuk memastikan keamanan dan perlindungan perairan Samudra Hindia dan empat jalur laut sedemikian rupa sehingga dapat saling melengkapi pertahanan dan keamanan."

Berdasarkan indikator ekonomi dan keamanan, Cina cenderung memainkan peran strategis dalam berbagai bidang dan wilayah maritim strategis dan memberikan penekanan khusus pada peran Iran sebagai negara regional utama. Iran juga percaya pada konvergensi untuk mempertahankan keamanan dengan kerja sama negara-negara independen.

Bendera Cina dan Iran

Oleh karena itu, memperkuat kerja sama militer dan keamanan antara Iran dan Cina di satu sisi dapat menjadi titik balik baru dalam kerja sama bilateral. Di sisi lain, kemitraan ini memiliki implikasi penting bagi regional dan internasional yang memiliki kepentingan strategis mengingat krisis dan ancaman yang ditimbulkan oleh kebijakan unilateral AS dalam sistem internasional.

Kunjungan Mayjen Bagheri ke Cina juga menggarisbawahi penguatan aspek ini dari hubungan kedua negara. Secara khusus, Cina dan Iran memiliki keprihatinan yang sama tentang kondisi regional, khususnya krisis yang diciptakan AS di Asia Barat.

Tags

Komentar