• Rouhani: Perampasan Aset Iran, Tidak Berdasar

Presiden Iran Hassan Rouhani, mengatakan tindakan pengadilan Amerika Serikat dalam merampas dua miliar dolar aset bangsa Iran, bertentangan dengan hukum internasional.

Seperti dirilis situs resmi Presiden Iran, Rouhani dalam konferensi pers di akhir kunjungan kerjanya di Provinsi Kerman, Rabu (11/5/2016) menuturkan bahwa pemerintah dan bank sentral negara-negara dunia memiliki impunitas dan pengadilan sebuah negara tidak dapat menghukum pemerintah dan bank sentral negara lain.

Menurutnya, pengadilan Amerika dengan bersandar pada masalah yang tidak berdasar dan ilegal, ingin merampas aset milik Iran.

"Pemerintah telah membentuk sebuah komisi untuk menelusuri kasus perampasan dua miliar dari aset bangsa dan Bank Sentral Iran. Komisi itu akan mempelajari kasus tersebut dan mengirim laporan kepada Presiden," tegasnya.

Rouhani menandaskan bahwa kekebalan pemerintah dan bank-bank sentral merupakan bagian yang ditekankan oleh hukum internasional. "Pemerintah Iran akan menyiapkan berkas aduan untuk menyeret langkah keliru dan menyalahi hukum oleh pengadilan Amerika ke pengadilan internasional," pungkasnya.

Di bagian lain, Rouhani menjelaskan tentang kemajuan program ekonomi muqawama dan menambahkan, pemerintah Iran ingin mengejar pertumbuhan ekonomi lima persen dan semua daerah khususnya Provinsi Kerman harus berupaya untuk menggairahkan ekonomi dan merealisasikan pertumbuhan lima persen.

Presiden Rouhani tiba di Kerman pada hari Selasa untuk mengikuti serangkaian agenda dan meresmikan proyek-proyek pemerintah di wilayah itu. (RM)

Mei 11, 2016 20:24 Asia/Jakarta
Komentar