• Profesor Studi Global di Universiti Sains Malaysia, Chandra Muzaffar
    Profesor Studi Global di Universiti Sains Malaysia, Chandra Muzaffar

Pegiat, tokoh pembaruan dan ilmuwan politik terkemuka Malaysia mengatakan, Republik Islam Iran selalu konsisten untuk memberantas terorisme dan ekstremisme di Asia Barat.

Chandra Muzaffar mengatakan hal itu dalam wawancara khusus dengan wartawan IRNA pada hari Rabu (7/3/2018).

 

"Sayangnya, beberapa orang munafik dan bermuka dua memperkenalkan Iran sebagai pendukung terorisme, padahal perilaku mereka sendiri di kawasan menciptakan dan memperluas terorisme," kata Muzaffar yang menjabat sebagai Presiden Gerakan Internasional untuk Dunia yang Adil (JUST).

 

Ia menyinggung bantuan Iran kepada Irak dan Suriah yang memperkuat front-front yang sedang menghadapi terorisme.

 

Muzaffar juga menyinggung pernyataan Presiden Iran Hassan Rouhani di PBB yang menekankan untuk mengambil jalan moderasi dan menghindari perilaku ekstrem.

 

Profesor Studi Global di Universiti Sains Malaysia itu menegaskan, posisi resmi Iran adalah menumpas terorisme dan ekstremisme.

 

Ketika ditanya tentang peran Iran dalam menumpas kelompok-kelompok teroris termasuk kelompok teroris takfiri Daesh (ISIS), Muzaffar menuturkan, salah satu alasan mengapa Daesh berhenti dan tidak mampu memperluas lingkarannya ke semua kawasan adalah bantuan signifikan Iran kepada pasukan relawan yang menghadapi serangan Daesh.

 

Penulis tentang dialog peradaban, HAM, politik Malaysia dan hubungan internasional itu mengatakan, masuknya Amerika Serikat dan sekutunya ke Irak dan berbagai bagian wilayah di kawasan, justru menciptakan terorisme, ekstremisme dan meluasnya ketidakamanan.

 

"Negara-negara yang telah membantu terorisme dan mengambil keuntungan dari konflik di kawasan memperkenalkan Iran sebagai pendukung terorisme, di mana ini berkebalikan dengan fakta," pungkasnya. (RA)

 

Tags

Mar 08, 2018 16:03 Asia/Jakarta
Komentar