• Malaysia
    Malaysia

Analis politik Malaysia menyebut Amerika Serikat sebagai ancaman serius bagi perdamaian dan keamanan global.

Menurut laporan IRNA hari Selasa (14/8), Azmi Hassan, peneliti aktif di pusat penelitian bidang Asia Tenggara dan Universitas UTM Malaysia dalam wawancaranya dengan IRNA memperingatkan bahwa kebijakan agresif Donald Trump, Presiden Amerika Serikat membahayakan serius perdamaian dan keamanan global dan akan tiba waktunya negara-negara lain mengambil sikap mengisolasi Amerika karena kebijakan ini.

Universitas UTM Malaysia

Azmi Hassan menjelaskan bahwa Amerika dalam satu tahun setengah lalu membuktikan tidak komitmen dengan satupun dari perjanjian internasional.

"Mayoritas dari keputusan Trump diambil dalam kerangka mendukung rezim Zionis Israel dan hanya rezim ini yang mengambil keuntungan dari kebijakan menciptakan ketegangan Amerika," jelas Azmi Hassan.

Muhammad Azmi Abdul Hamid, Ketua Majlis Perunding Pertubuhan Islam Malaysia (MAPIM) kepada wartawan IRNA mengatakan, keluarnya Amerika Serikat dari Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA) sebuah tindakan yang sangat berbahaya.

"JCPOA merupakan satu kesepakatan internasional dan Amerika tidak berhak memaksakan keputusannya kepada seluruh negara dengan pendekatan unilateralisme," ungkap Abdul Hamid.

Ketua MAPIM Malaysia ini menambahkan, komunitas internasional jangan membiarkan Amerika Serikat melakukan apa yang diinginkannya terhadap dunia.

"Amerika Serikat di era Trump telah berubah menjadi negara dengan tingkat ketidakpercayaan tertinggi dalam hubungan dengan negara-negara di dunia," tegasnya.

Menurut Abdul Hamid, Amerika Serikat bahkan menyikapi para sekutunya di Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) dengan pendekatan kolonialisme dan untuk menyikapi miliaran dolar utang luar negerinya, Amerika mulai bangkit melawan sejumlah negara seperti Cina dengan menggelar perang dagang.

Ketua MAPIM meminta pemerintah Malaysia dan negara lain tidak menyerah terhadap ancaman global Amerika Serikat dan bangkit melawannya.

Aug 14, 2018 22:50 Asia/Jakarta
Komentar