Sep 07, 2019 13:19 Asia/Jakarta
  • Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad
    Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad

Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad menilai tim investigasi internasional insiden penembakkan pesawat Malaysia Airlines MH17 yang jatuh di timur Ukraina diduga tidak bisa netral.

"Ketika negara-negara itu berduka karena warganya meninggal, saya meyakini mereka akan sedikit bias," kata Mahathir di Vladivostok, Rusia, di sela-sela Forum Ekonomi Timur (EEF), seperti dilansir Reuters, Jumat (6/9).

Tim investigasi gabungan  yang terdiri dari sejumlah negara yang warganya menjadi korban dalam insiden MH17 yaitu: Australia, Belanda, Belgia, Malaysia dan Ukraina.

Hasil penyelidikan tim ini menunjukkan bahwa MH17 ditembak jatuh menggunakan rudal antipesawat Buk buatan Rusia.

Pelakunya diduga adalah milisi separatis yang didukung Rusia dalam konflik melawan pemerintah Ukraina.

Tim itu menyatakan pada Juni lalu menetapkan empat tersangka. Mereka adalah tiga warga Rusia, Igor Girkin, Sergey Dubinsky dan Oleg Pulatov, serta seorang warga Ukraina, Leonid Kharchenko, yang bertanggung jawab atas kejadian itu.

 

Kepingan MH17 yang ditembak jatuh di Ukraina

 

"Kami tidak bisa menerima begitu saja hasil penyelidikan ini. Kami sepakat soal identifikasi rudal dan lokasi kejadian. Hanya itu yang bisa diverifikasi. Namun mengenali siapa yang menembak sangat sulit," ujar Mahathir.

Menurut Mahathir menyatakan tidak mudah menentukan siapa pelaku yang menembak jatuh pesawat nahas tersebut.

Mahathir juga menyarankan supaya tim penyelidik itu mencari bukti lain untuk memastikan siapa pihak yang menembak pesawat itu, dan juga negara yang terlibat. (PH)

 

Tags

Komentar