• Mohammed al-Emadi,Duta Besar Qatar untuk (Jalur Gaza) Palestina
    Mohammed al-Emadi,Duta Besar Qatar untuk (Jalur Gaza) Palestina

Duta Besar Qatar untuk (Jalur Gaza) Palestina mengatakan, pemerintah Doha akan tetap mendukung rakyat Palestina terutama Gaza meskipun menghadapi krisis akibat embargo dan pemutusan hubungan diplomatik empat negara Arab.

Mohammed al-Emadi menegaskan hal itu ketika ia berpartisipasi dalam acara penyerahan rumah-rumah yang dibangun untuk warga Palestina dengan dana Qatar. Demikian dilansir ISNA, Selasa (11/7/2017).

Menurutnya, kehadirannya di Gaza dalam periode penuh ketegangan ini merupakan penegaskan bahwa posisi pemerintah Qatar terhadap Palestina tidak berubah meskipun negara ini diblokade oleh sejumlah negara Arab.

Al-Emadi mengatakan, meski dalam kondisi sulit saat ini, Qatar tetap berada di samping rakyat Palestina yang dilanda berbagai krisis, dan andil dalam rekonstruksi Gaza termasuk proyek-proyek penting yang ditekankan oleh pemerintah Doha.

Mohammed al-Emadi tiba di Gaza bersama dengan wakilnya Khaled al-Hardan pada hari Jumat.

"Terlepas dari krisis di Qatar, kami akan terus mendukung Anda. Kami akan membuka proyek baru Qatar dan melanjutkan proyek yang sudah berjalan " kata al-Emadi pada hari Minggu.

Selama lima tahun terakhir, Qatar telah menjanjikan uang rekonstruksi senilai 1,4 miliar dolar untuk sektor rumah sakit dan untuk proyek perumahan.

Agresi militer rezim Zionis Israel ke Gaza pada Juli 2014 telah menyebabkan lebih dari 2.000 warga Palestina gugur syahid dan banyak lainnya terluka. Invasi ini juga telah menyebabkan puluhan ribu unit rumah warga Gaza hancur dan rusak.

Arab Saudi, UEA, Mesir dan Bahrain memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar pada tanggal 5 Juni 2017 karena Doha mendukung Gerakan Muqawama Islam Palestina (Hamas) dan Ikhwanul Muslimin.

Pada 23 Juni, empat negara Arab itu mengajukan 13 syarat untuk normalisasi hubungan dengan Qatar, di mana tenggat waktunya habis pada tanggal 2 Juli 2017. Namun dengan mediasi Kuwait, tenggat waktu tersebut diperpanjang hingga 48 jam yaitu sampai Selasa malam, 4 Juli 2017. Meski diperpanjang, Qatar tetap memberikan jawaban negatif terhadap tuntutan-tuntutan yang dianggapnya tidak logis dan ilegal itu.

Tuntutan terpenting Arab Saudi dan sekutunya adalah pemutusan hubungan Qatar dengan Republik Islam Iran dan Hizbullah Lebanon, penghentian penuh jaringan Aljazeera dan penutupan pangkalan militer Turki di Qatar. (RA)

Jul 11, 2017 19:06 Asia/Jakarta
Komentar