Para pejabat Turki mengeluarkan peringatan keras kepada Arbil menyikapi prakarsa referendum Kurdi Irak.

Brt-Albyrkh, menteri energi Turki mengatakan, Keputusan referendum tersebut akan mengancam kerja sama antara Ankara dan Arbil di bidang energi. Ditegaskannya, Turki ingin menjaga kedaulatan teritorial Irak, dan menilai keputusan Kurdi untuk menggelar referendum sebagai kesalahan fatal.

Statemen menteri energi Turki ini menunjukkan sikap terbaru Ankara terhadap keputusan referendum Kurdi memisahkan diri dari wilayah Irak. Meskipun demikian, sikap Turki mengenai masalah referendum Kurdistan Irak hingga kini masih ambigu.

Pasalnya, Penasehat presiden Turki, Reccep Tayyip Erdogan dalam konferensi Irak Kurt bulan lalu menyatakan dukungannya terhadap referendum Kurdi Irak. Ia mengatakan, Orang-orang Kurdi berhak untuk membentuk negara independen sendiri. Pemerintah Turki lambat atau cepat akan menghadapi masalah tersebut. Oleh karena itu, Turki tidak akan memboikot negara independen Kurdi.

Bersamaan dengan sikap penasehat presiden Turki, anggota parlemen pendukung partai berkuasa Turki menyampaikan RUU mengenai diperbolehkannya penggunaan istilah Kurdistan oleh anggota parlemen negara ini dan mereka tidak akan mendapatkan denda.

Sementara itu, pemerintah Turki di satu sisi memiliki hubungan dengan kelompok teroris yang beroperasi di Irak. Di sisi lain, menjalin kontak sangat dekat dengan pemimpin Kurdi. Sikap ambigu tersebut menunjukkan bahwa pemerintah Turki meskipun menentang rencana referendum Kurdi Irak, tapi ketika hasil referendum tersebut terwujud dan Kurdistan terpisah sebagai negara independen dari Irak, maka Ankara akan menjalin hubungan baik dengan Arbil.

Tampaknya, kebijakan tersebut diambil Turki untuk mengontrol Kurdistan Irak, sekaligus memberikan peluang lebih besar bagi kehadirannya di wilayah Kurdi.

Dijadwalkan, referendum Kurdistan Irak akan digelar pada September 2017. AS yang mengalami kegagalan dalam mewujudkan skenarionya di kawasan berupaya mendukung referendum Kurdi demi mendukung tercapainya "Timur Tengah Raya ala Washington".

Terkait hal ini analis politik Timur Tengah dari Azerbaijan menilai masalah ini akan menyulut friksi baru. Delavar Azimi mengatakan, "Seluruh referendum Kurdi Irak bagian dari  prakarsa berbahaya Barat di kawasan dan negara-negara kawasan. AS saat ini bersandar pada kartu Kurdi dalam proyek Timur Tengah Baru. Hal ini bermakna bahwa alutsista dan senjata senilai jutaan dolar akan berada di tangah Partai Buruk Kurdi (PKK).

Tentu saja, jika tujuan ini tercapai, maka Turki akan menjadi target berikutnya dari separatisme yang mengancam negara tetangganya itu.

Aug 12, 2017 19:07 Asia/Jakarta
Komentar