• Imam Jakfar Shadiq as

Imam Shadiq as berkata, “Di masa nabi Musa as ada seorang raja zalim. Dia memenuhi permohonan seorang lelaki mukmin karena kesalehannya.

Kebetulan, raja zalim itu mati pada hari yang sama dengan lelaki mukmin ini. Masyarakat meliburkan pasar-pasar selama satu minggu dan menyelenggarakan acara duka dan pemakaman raja ini. Tapi jenazah lelaki mukmin tersebut tinggal di rumahnya selama tiga hari, sampai ketika nabi Musa as mendengar kabarnya.

Nabi Musa as mengatakan, “Ya Allah! Lelaki [raja] itu adalah musuh-Mu, sementara orang ini adalah pecinta-Mu. Jenazah pencinta-Mu tinggal di rumah selama tiga hari sampai hewan-hewan memusnahkan wajahnya.

Dikatakan, “Hai Musa! Lelaki ini memohon kepada pezalim ini dan dia memenuhi permintaannya. Aku telah memberikan pahala kepada pezalim ini karena memenuhi permohonan seorang mukmin, dan Aku juga memberikan balasan kepada mukmin dengan cara menjadikan hewan-hewan menguasainya karena permohonannya kepada pezalim."

Akibat Kedermawanan

Imam Shadiq as berkata, “Sejumlah warga Yaman datang menemui Rasulullah Saw. Di antara mereka ada yang bicaranya kasar terhadap beliau dan membahas hal yang sia-sia.

Rasulullah Saw marah karena pembicaraannya yang sia-sia, sehingga tampak pengaruhnya di dahinya dan aura wajahnya berubah. Beliau menundukkan kepala dan memandang ke bawah. Jibril turun dan berkata, “Tuhanmu menyampaikan salam dan berfirman, “Lelaki ini dermawan dan suka menjamu masyarakat.”

Kemarahan Rasulullah Saw meredah dan beliau mengangkat kepalanya seraya berkata, “Kalau bukan karena kedatangan Jibril yang memberitahukan bahwa engkau adalah lelaki yang dermawan dan suka memberi makan masyarakat, maka aku sudah mengusirmu sehingga ceritanya bisa menjadi pelajaran bagi yang lainnya.”

Lelaki itu berkata, “Apakah Tuhanmu menyukai orang yang dermawan?”

Rasulullah Saw menjawab, “Iya.”

Pada saat itu orang tersebut mengakui keesaan Allah dan mengakui kerasulan beliau seraya berkata, “Demi Tuhan yang mengangkatmu dengan benar, selama ini aku tidak pernah membuat siapapun putus asa dari harta kekayaanku.”

Semua Ucapan Terkumpul Dalam Empat Kata

Imam Shadiq as berkata, “Allah mewahyukan kepada nabi Adam as:

“Aku menyimpulkan semua ucapan dalam empat kata.”

Adam berkata, “Ya Allah! Apa itu?”

Allah berfirman, “Salah satunya adalah Aku. Satunya lagi adalah engkau dan satunya lagi adalah antara engkau dan Aku, dan satunya lagi antara engkau dan masyarakat.”

Adam berkata, “Jelaskanlah, agar aku memahaminya.”

Allah berfirman, “Yang tentang Aku; beribadahlah kepada-Ku, dan jangan menyekutukan Aku dengan sesuatu yang lain. Sementara yang tentang engkau adalah, aku akan memberikan pahala amalmu di saat engkau lebih membutuhkannya dari semua waktu. Sementara antara engkau dan Aku adalah munajatmu dan pengabulan-Ku. Dan yang antara engkau dan masyarakat adalah, sukailah untuk masyarakat apa yang engkau sukai untuk dirimu dan tolaklah untuk masyarakat apa yang tidak engkau sukai untuk dirimu.”

Takabur, Kesesatan Setan

Imam Shadiq as berkata, “Seorang miskin dengan baju lapuk datang menemui Rasulullah Saw dan duduk di samping beliau dekat seorang kaya. Orang kaya tersebut menarik bajunya dari bawah baju orang miskin itu. Rasulullah Saw berkata kepada lelaki kaya itu:

“Apakah engkau takut, kemiskinannya akan menempel padamu?”

Dia menjawab, “Tidak.”

Rasulullah Saw berkata, “Apakah engkau takut kekayaanmu akan menempel kepadanya?”

Dia menjawab, “Tidak.”

Rasulullah Saw berkata, “Apakah engkau takut, bajumu kotor?”

Dia menjawab, “Tidak.”

Rasulullah Saw berkata, “Lantas apa yang membuatmu melakukan hal ini [menjauhi si miskin]?”

Dia menjawab, “Wahai Rasulullah! Saya punya sahabat [setan] yang senantiasa menampakkan setiap perbuatan buruk menjadi baik dan menampakkan jelek setiap perbuatan baik. Untuk menebus sikap ini, saya akan memberikan separuh dari harta saya untuk si miskin ini.”

Rasulullah Saw berkata kepada orang miskin itu, “Maukah engkau menerimanya?”

Dia menjawab, “Tidak.”

Lelaki kaya itu berkata, “Mengapa?”

Lelaki miskin berkata, “Aku takut menderita apa yang engkau derita; kesesatan setan dan akibatnya adalah takabur dan menghina orang miskin.” (Emi Nur Hayati)

Sumber: Sad Pand va Hekayat; Imam Ja’far Shadiq as

Aug 12, 2017 19:39 Asia/Jakarta
Komentar