• Krisis Yaman

Ahmed Ali al-Bahri, mantan ketua Partai al-Haq Yaman mengatakan, Amerika Serikat melalui bantuan militer dan intelijen mendukung Arab Saudi sebagai pengobar perang dan tragedi di Yaman.

Setelah rakyat Yaman menolak prakarsa Ismail Ould Cheikh Ahmed, utusan khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Yaman terkait penyerahan pelabuhan al-Hudaydah di barat negara ini kepada pihak ketiga, Matthew Tueller, duta besar AS di Yaman menandaskan, Washington tidak dalam posisi yang mampu menerapkan gencatan senjata di Yaman  dan juga tidak memiliki solusi untuk mengakhiri krisis di negara ini.

Menurut laporan IRIB Ahad (13/8), Ahmed Ali al-Bahri seraya mengecam statemen Matthew Tueller menandaskan, Arab Saudi memulai perang di Yaman atas instruksi Amerika, karena Saudi tidak akan melakukan apa pun tanpa kesepakatan dari Washington.

Ahmed Ali al-Bahri menambahkan, berlanjutnya krisis di Yaman merupakan bagian dari strategi Amerika dan menjelaskan, Washington tidak serius untuk mengakhiri krisis di Yaman.

Setelah Arab Saudi dan Amerika Serikat gagal menduduki satu-satunya akses militer Yaman ke laut Merah di pelabuhan al-Hudaydah, beredar desas desus dari mulut utusan khusus sekjen PBB untuk Yaman terkait penyerahan pelabuhan ini kepada pihak ketiga.

Sebelumnya Dewan Keamanan PBB dengan mendukung Arab Saudi, menggulirkan rencana penyerahan pelabuhan al-Hudaydah kepada pihak ketiga. Pelabuhan ini menjamin kebutuhan 80 persen bahan makanan warga Yaman serta poin vital transportasi bantuan kemanusiaan internasional.

Sementara itu, Abd Rabbuh Mansur Hadi, presiden Yaman yang telah menggundurkan diri menyetujui prakarsa tersebut, namun Gerakan Ansarullah menentangnya. (MF)

Aug 13, 2017 15:16 Asia/Jakarta
Komentar