• Jalur Gaza pasca perang

Berlanjutnya blokade dan kebijakan tekanan terhadap penduduk di Jalur Gaza oleh rezim Zionis Israel dan Otorita Ramallah telah menyebabkan meningkatnya penganguran di wilayah ini.

Seperti di lansir Pusat Informasi Palestina, Minggu (13/8/2017), Jamal Khadri, Ketua Komite Rakyat untuk Menangani Blokade Gaza dalam keterangan pers mengatakan, tingkat pengangguran di antara pemuda Palestina di Gaza kian hari meningkat dan sekarang telah mencapai 60 persen.

Menurut Khadri, peningkatan pengangguran di Gaza disebabkan berkurangnnya lapangan pekerjaan dan berlanjutnya blokade serta terjadinya tiga perang secara berturut-turut di wilayah ini.

Sementara itu, Otorita Palestina di Ramallah mengurangi pasokan listrik ke Gaza dan melarang pengiriman obat-obatan dan peralatan medis ke wilayah ini serta mengurangi gaji para pegawainya di Gaza.

Tindakan tersebut merupakan kebijakan Mahmoud Abbas, Pemimpin Otorita Palestina untuk melayani rezim Zionis dan menekan Gerakan Muqawama Islam Palestina (Hamas).

Sejak tahun 2006, yaitu pasca kemenangan Hamas dalam pemilu parlemen Palestina, rezim Zionis memblokade Gaza dari darat, laut dan udara dan melarang masuknya bahan-bahan dasar seperti bahan bakar, obat-obatan dan bahan bangunan ke wilayah perpenduduk lebih dari dua juta ini. (RA)

Aug 13, 2017 19:26 Asia/Jakarta
Komentar