• Sheikh Mohammad bin Abdulrahman Al Thani, Menlu Qatar.
    Sheikh Mohammad bin Abdulrahman Al Thani, Menlu Qatar.

Menteri Luar Negeri Qatar menyerukan dialog antara negara-negara Arab Pesisir Teluk Persia dan Republik Islam Iran untuk menyelesaikan perselisihan dan konflik.

Sheikh Mohammad bin Abdulrahman Al Thani menyerukan hal itu dalam wawancara dengan dengan jaringan televisi pemerintah Turki, TRT, baru-baru ini.

Ia mengatakan, segala bentuk solusi untuk memecahkan perselisihan dan konflik di kawasan harus didasarkan pada sikap saling menghormati terhadap kedaulatan negara masing-masing dan tidak mencampuri urusan internal negara lain.

"Ketegangan saat ini antara Republik Islam Iran dan Arab Saudi merupakan krisis baru di kawasan," imbuhnya.

Pasca serangan rudal terbaru militer dan komite rakyat Yaman ke Bandara Udara King Khalid di Riyadh, Arab Saudi melontarkan klaim-klaim tak berdasar dan menuding Iran terlibat dalam serangan rudal balistik tersebut.

Bahram Ghasemi, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran telah mereaksi klaim dan tuduhan tak berdasar Adel al-Jubeir, Menlu Arab Saudi. Ia mengatakan, proyeksi dan kebijakan tidak matang dan memecah belah yang diterapkan Arab Saudi akan memiliki dampak yang merusak dan merugikan bagi semua kawasan.

Di bagian lain pernyataannya, Menlu Qatar menuntut posisi netral dari negara-negara Arab pesisir Teluk Persia mengenai masalah Lebanon. Ia mengatakan, intervensi dalam masalah sensitif ini tidaklah logis.

Saad al-Hariri mengumumkan pengunduran dirinya sebagai PM Lebanon pada Sabtu, 4 November 2017. Pengunduran diri ini diumumkannya di Riyadh, ibukota Arab Saudi.

Banyak para pejabat Lebanon meyakini bahwa pengunduran diri al-Hariri disebabkan tekanan Arab Saudi dan bertujuan untuk "memukul" Hizbullah Lebanon dari dalam dan luar negeri. (RA)

Nov 14, 2017 16:21 Asia/Jakarta
Komentar