• Trump dan al-Aqsa
    Trump dan al-Aqsa

Kantor kepresidenan Suriah saat mereaksi keputusan Presiden AS Donald Trump mengakui al-Quds sebagai ibu kota Israel menyatakan kota al-Quds akan tetap menjadi ibu kota negara Palestina.

Menurut laporan IRIB Kamis (7/12) kantor kepresidenan Suriah menyebut al-Quds sebagai ibu kota negara masa depan dan independen Palestina. Kantor ini menekankan isu Palestina tetap hidup di hati bangsa Arab dan kekal hingga terbentuknya negara independen Palestina dengan ibu kota Baitul Maqdis.

Al-Quds

Kantor kepresidenan Suriah menambahkan, tidak ada negara atau presiden yang mampu menentukan nasib serta masa depan kota al-Quds, tapi sejarah dan tekad pendukung cita-cita Palestina yang bakal menentukan nasib kota suci ini.

Faisal Mekdad, ِDeputi Menlu Suriah menilai sikap negara-negara Arab Teluk Persia yang mengiringi konspirasi anti Palestina sebagai faktor utama yang mendorong pemerintahan Trump semakin getol memindahkan kedubesnya ke al-Quds.

“Suriah akan tetap berjuang seraya menjaga nilai-nilai dan prinsipnya dalam menentang kubu hegemoni dan mendukung bangsa Palestina untuk meraih hak-hak legalnya,” papar Mekdad.

Faisal Mekdad, Deputi Menlu Suriah

Deputi menlu Suriah menilai anti hegemoni Zionis di kawasan sebagai pendekatan Damaskus. Ia menjelaskan, kubu anti Zionis membuat sejarah dan rezim Zionis serta sponsornya terutama pasca kehancuran kelompok teroris tidak lagi memiliki tempat di kawasan.

Donald Trump Rabu (6/12) malam, meski ada penentangan luas di tingkat regional dan internasional, mengumumkan bahwa Amerika mengakui secara resmi al-Quds sebagai ibu kota Israel.

Masjid al-Aqsa

Kota al-Quds merupakan bagian tak terpisahkan dari bangsa Palestina dan salah satu dari tiga tempat suci umat Islam. Kota ini memiliki posisi istimewa di mata umat Muslim, apalagi Masjid al-Aqsa, kiblat pertama umat Islam terletak di kota ini.

Al-Quds timur menurut resolusi Dewan Keamanan PBB adalah bumi pendudukan dan langkah Amerika mengakui secara resmi kota ini sebagai ibu kota Israel jelas melanggar resolusi tersebut. (MF)

Dec 07, 2017 12:56 Asia/Jakarta
Komentar