• Presiden Lebanon Michel Aoun
    Presiden Lebanon Michel Aoun

Presiden Lebanon, Michel Aoun menilai keputusan Presiden AS Donald Trump mengakui secara resmi Baitul Maqdis sebagai ibu kota Israel menjadi ancaman bagi proses perdamaian dan stabilitas di kawasan.

Donald Trump Rabu (6/12) malam, meski ada penentangan luas di tingkat regional dan internasional, mengumumkan bahwa Amerika mengakui secara resmi al-Quds sebagai ibu kota Israel.

Presiden AS Donald Trump

IRNA melaporkan, Aoun saat mereaksi keputusan Trump terkait Yerusalem mengatakan, keputusan Trump tersebut sangat berbahaya dan memutar proses perdamaian antara Palestina dan Israel ke puluhan tahun lalu.

Aoun meminta negara-negara Arab mengambil sikap serius demi mengembalikan identitas Arab ke al-Quds dan mencegah perubahannya. Ia juga memperingatkan bahwa langkah Amerika ini akan menuai reaksi keras yang nantinya bakal mengancam keamanan regional dan bahkan internasional.

PM Lebanon Saad Hariri bersama Presiden Michel Aoun

Dalam hal ini, Perdana Menteri Lebanon, Saad Hariri seraya mengecam keputusan Donald Trup terkait Baitul Maqdis mengatakan, Lebanon mengutuk keputusan AS dan menentangnya serta menunjukkan solidaritas setinggi-tingginya terhadap bangsa Palestina dan hak pembentukan negara independen dengan ibu kota al-Quds. (MF)

Dec 07, 2017 13:08 Asia/Jakarta
Komentar