• Sekjen Hizbullah Lebanon, Sayid Hasan Nasrallah.
    Sekjen Hizbullah Lebanon, Sayid Hasan Nasrallah.

Sekjen Hizbullah Lebanon, Sayid Hasan Nasrallah mengatakan, meski 100 tahun telah berlalu sejak Deklarasi Balfour, tapi kita sekarang menyaksikan Balfour Baru dengan tindakan pemerintahan AS terhadap al-Quds.

Sayid Nasrallah menyampaikan pidato pada Kamis (7/12/2017) malam, untuk menanggapi keputusan Presiden Donald Trump yang mengumumkan al-Quds sebagai Ibukota rezim Zionis Israel.

"Dengan keputusan ini, Trump telah menempatkan Quds dalam penguasaan penuh Zionis dan sekarang Israel akan mengintensifkan proses yahudisasi al-Quds dan pembangunan pemukiman Zionis," tegasnya.

Dengan keputusan Trump, kata Sekjen Hizbullah, Masjid al-Aqsa menghadapi bahaya serius, dan keputusan Amerika ini menghina jutaan Muslim dan Kristen dan keyakinan mereka, karena mereka memiliki sejarah dan budaya di kota tersebut dan tempat-tempat suci mereka berada di kota Quds.

Sayid Nasrallah menandaskan bahwa al-Quds adalah jantung dan poros masalah Palestina.

"Beberapa percaya bahwa Trump dengan tindakannya ini telah membunuh perundingan kompromi antara Palestina dan Israel, beberapa juga yakin perundingan telah berakhir sejak dulu dan Trump telah mengumumkannya," jelas Sekjen Hizbullah.

Menurutnya, Israel tidak menghormati hukum, perjanjian dan kesepakatan internasional, dan tidak menghargai apa yang disebut masyarakat internasional.

"Kesadaran akan bahaya keputusan AS mengenai al-Quds adalah titik balik bagi semua orang sehingga memahami tanggung jawabnya terhadap persoalan ini dan menunjukkan reaksinya," tambahnya.

Sayid Nasrallah lebih lanjut mengatakan, negara-negara Arab dan Muslim harus memanggil duta besar Amerika dan menyampaikan sikap resmi mereka terhadap keputusan Trump tentang Quds.

Presiden Donald Trump pada Rabu malam, mengatakan bahwa AS mengakui al-Quds sebagai Ibukota Israel, di tengah penentangan luas di tingkat regional dan global.

Langkah Trump dalam hal ini mencerminkan perhatian AS kepada rezim Israel dalam menduduki tanah Palestina dan meningkatkan kejahatannya di wilayah pendudukan. (RM)

Dec 08, 2017 03:47 Asia/Jakarta
Komentar