• Avigdor Lieberman, Menteri Peperangan rezim Zionis.
    Avigdor Lieberman, Menteri Peperangan rezim Zionis.

Pasca keputusan Donald Trump, Presiden Amerika Serikat pada 6 Desember 2017 yang mengumumkan Baitul Maqdis sebagai ibukota rezim Zionis Israel, berbagai wilayah Palestina menjadi ajang bentrokan antara warga Palestina dan aparat keamanan rezim Zionis.

Seperti dilansir IRNA,  Avigdor Lieberman, Menteri Peperangan rezim Zionis pada Minggu (10/12/2017) mereaksi unjuk rasa luas warga Palestina yang mengecam keputusan terbaru Trump.

Ia mengatakan, kelanjutan protes berbagai lapisan masyarakat Palestina mengkhawatirkan.

Unjuk rasa anti-Zionis.

Sementara itu, Gerakan Muqawama Islam Palestina (Hamas) menyerukan kelanjutan protes dan unjuk rasa di berbagai kota Palestina untuk mengecam kebijakan AS yang mendukung rezim Zionis.

Langkah sepihak Presiden AS terhadap al-Quds menuai gelombang kecaman dan protes luas dari masyarakat dunia Islam Islam, Eropa dan bahkan dari kalangan internal Amerika Serikat sendiri.

Organisasi-organisasi internasional dan berbagai negara dunia menilai keputusan Trump yang memperkenalkan kota al-Quds sebagai ibukota rezim Israel sebagai langkah yang bertentangan dengan berbagai resolusi internasional.

Baitul Maqdis yang di dalamnya terdapat Masjid al-Aqsa, Kiblat Pertama Umat Islam adalah bagian yang tidak terpisahkan dari Palestina and salah satu dari tiga tempat suci Islam yang terpenting. (RA)

Tags

Dec 10, 2017 17:00 Asia/Jakarta
Komentar