• Hamas.
    Hamas.

Wakil Gerakan Muqawama Islam Palestina (Hamas) untuk Republik Islam Iran menilai keputusan Donald Trump, Presiden Amerika Serikat untuk memindahkan Kedutaan Besar negara ini dari Tel Aviv ke al-Quds sebagai dukungan nyata Washington kepada rezim Zionis Israel.

Khaled Qaddoumi mengungkapkan hal itu dalam pertemuan khusus di Tehran, ibukota Iran pada Minggu (10/12/2017). Pertemuan ini untuk mengevaluasi langkah AS yang mengumumkan al-Quds sebagai ibukota rezim Zionis.

Qaddoumi mengatakan, keputusan terbaru Trump ini merupakan konsensus pusat-pusat kekuatan di Amerika untuk mengakhiri masalah Palestina sebagai Negara Independen.

Menurutnya, AS dan rezim Zionis sedang mengejar upaya agar masalah pendudukan Palestina itu dianggap hal yang biasa.

"AS dan rezim Zionis telah memulai fase baru dalam konfrontasi dengan dunia Islam," ujarnya.

Unjuk rasa dukung al-Quds.

Wakil Hamas untuk Iran lebih lanjut menyebut karakter Trump sebagai bermusuhan.

"Langkah Presiden AS merupakan ancaman potensial bagi keamanan dunia dan bukan hanya ancaman bagi rakyat Palestina," terangnya.

Qaddoumi menegaskan, rakyat Palestina tidak akan pernah menerima keputusan Presiden AS yang mengumumkan al-Quds sebagai ibukota rezim Zionis.

"Langkah Trump tersebut akan mendorong rezim Zionis untuk melakukan kejahatan-kejahatan baru terhadap rakyat Palestina," imbuhnya.

Di bagian lain pernyataannya, Wakil Hamas untuk Tehran menilai perlawanan dan protes terhadap rezim Zionis sebagai tugas umat Islam.

"Negara-negara Muslim harus memutus hubungannya dengan rezim Zionis," pungkasnya.

al-Quds.

Donald Trump, Presiden AS pada 6 Desember 2017 mengambil langkah sepihak dan mengumumkan bahwa al-Quds adalah ibukota rezim Israel. Ia juga menginstruksikan pemindahan Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke al-Quds.

Organisasi-organisasi internasional dan berbagai negara dunia menilai langkah Trump tersebut sebagai tindakan yang bertentangan dengan resolusi-resolusi internasional. (RA)

Dec 10, 2017 18:19 Asia/Jakarta
Komentar