Perluasan kelaparan, penyakit dan kematian akibat serangan tanpa henti Arab Saudi dan blokadenya telah menyeret Yaman hingga ke jurang bencana kemanusiaan yang paling mengerikan di dunia.

Dari Yaman disaksikan pemandangan paling menyayat hati selama tiga tahun terakhir, khususnya berkaitan dengan anak-anak yang meninggal dunia akibat bombardir pesawat koalisi pimpinan Saudi, atau yang meninggal secara perlahan karena gizi buruk. Berbulan-bulan blokade total terhadap Yaman oleh pasukan koalisi, dan keprihatinan atas eskalasi tragedi kemanusiaan di negara itu, memaksa sejumlah lembaga internasional untuk memecah kebungkaman mereka dalam hal ini.

Dalam pernyataan terbaru, sejumlah pihak di tingkat internasional memperingatkan soal memburuknya situasi kemanusiaan di Yaman pada tahun baru. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), UNICEF dan Program Pangan Dunia (WFP), memperingatkan bahaya krisis kemanusiaan di Yaman, yang dinilai sebagai krisis kemanusiaan terburuk di dunia.

Yaman

Dalam hal ini, perwakilan UNICEF untuk Yaman, Sherin Varkey mengatakan bahwa ambruknya sistem kesehatan Yaman dan sistem pembuangan limbah di negara tersebut telah menyebabkan penyebaran penyakit seperti kolera dan penyakit menular lainnya. Sebelumnya, asisten Sekjen PBB urusan Kemanusiaan, Mark Lukac, mendesak Saudi untuk mengakhiri blokade terhadap Yaman. Menurutnya, berlanjutnya blokade akan menyebabkan kelaparan terbesar dalam beberapa dekade terakhir dengan taruhan jutaan nyawa.

Masyarakat internasional dan kekuatan dunia belum mengambil tindakan apapun melawan agresi pasukan koalisi Saudi yang merupakan sumber bencana kemanusiaan di Yaman. Negara-negara seperti Amerika Serikat bahkan memberikan dukungan komprehensif bagi kejahatan pihak Saudi. Dengan dukungan Amerika Serikat, rezim Saudi melancarkan kampanye udara dan serangannya terhadap rakyat Yaman pada bulan Maret 2015 dengan tujuan mengembalikan kekuasaan mantan presiden Abd Rabbuh Mansur Hadi, yang loyal kepada Riyadh.

Dalam serangan tersebut, puluhan ribu warga Yaman tewas dan terluka, dan sebagian besar infrastruktur negara itu hancur. Kebungkaman PBB, khususnya Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa, terhadap krisis Yaman, merupakan lampu hijau bagi Arab Saudi untuk mengabaikan seluruh ketentuan dan konvensi internasional. Apalagi hingga kini Arab Saudi gagal mencapai tujuannya, Riyadh pun kian mengintensifkan brutalitasnya di Yaman. Ini yang menyebabkan dimensi tragedi kemanusiaan Yaman meningkat setiap hari.

Terlepas dari kekhawatiran dan peringatan yang telah disampaikan soal krisis Yaman, lembaga-lembaga internasional yang membisu, termasuk PBB, hanya menunjukkan reaksi minimal. Dalam hal ini, PBB baru beberapa bulan lalu, tidak menyebut nama Arab Saudi secara langsung melainkan dalam konteks koalisi anti-Yaman, memasukkan nama koalisi besutan Riyadh itu dalam daftar hitam pelanggar hak anak-anak. Setahun lalu, Saudi berhasil menghapus namanya dari daftar hitam pelanggar hak anak-anak, dengan mengancam akan mengurangi bantuannya kepada PBB.

Transformasi menunjukkan bahwa rakyat Yaman, selain menghadapi bombardir pesawat koalisi Saudi, juga berhadapan dengan pembantaian massal oleh Saudi melalui blokade, sementara lembaga-lembaga  internasional, tidak melakukan apapun kecuali memperingatkan, mengkhawatirkan dan memberikan bantuan kemanusiaan sangat terbatas.(MZ)

Tags

Jan 03, 2018 15:07 Asia/Jakarta
Komentar