• Menlu Yordania Ayman Safandi
    Menlu Yordania Ayman Safandi

Menteri Luar Negeri Yordania, Ayman Safadi mengutuk langkah terbaru rezim Zionis Israel terhadap al-Quds dan Tepi Barat Sungai Jordan serta menilainya tidak valid.

Seperti dilaporkan MNA mengutip laman al-Youm al-Sabe' hari Rabu (3/1), Ayman Safadi di akun twitternya terkait langkah Knesset meratifikasi undang-undang Quds Terintegrasi dan aksi Partai Likud menyetujui perluasan pengaruh Zionis di Tepi Barat mengecam kedua keputusan tersebut dan berdasarkan hukum internasional langkah tersebut tidak valid.

Menlu Yordania Ayman Safandi

Ayman Safadi menambahkan, keputusan ini mengancam keamanan dan perdamaian internasional yang mencakup keuntungan regional serta internasional.

Menyusul keputusan Presiden AS Donald Trump mengakui secara resmi al-Quds sebagai ibukota Israel, Knesset meratifikasi undang-undang Quds Terintegrasi yang mewajibkan Tel Aviv tidak mundur dari Baitul Maqdis pendudukan dalam kondisi apapun.

Sebelumnya Partai Likud juga meratifikasi rencana aneksasi distrik Zionis di Tepi Barat ke wilayah Palestina pendudukan.

Trump pada 6 Desember 2017 mengakui secara resmi al-Quds sebagai ibukota rezim Zionis Israel dan menginstruksikan relokasi kedubes negara ini dari Tel Aviv ke Baitul Maqdis.

Voting Resolusi Quds di Majelis Umum

Sementara itu, Majelis Umum PBB pada 21 Desember 2017 meratifikasi resolusi anti Israel dengan 128 suara mendukung, 9 menolak dan 35 abstain. Resolusi ini menekankan bahwa PBB tidak akan mengakui al-Quds sebagai ibukota Israel. (MF)

Tags

Jan 03, 2018 18:30 Asia/Jakarta
Komentar