• Sayid Abdullah Safiuddin, Wakil Hizbullah untuk RII.
    Sayid Abdullah Safiuddin, Wakil Hizbullah untuk RII.

Wakil Hizbullah Lebanon untuk Republik Islam Iran mengatakan, jika rezim Zionis Israel melakukan kesalahan, maka rezim ini akan menemui kehancurannya.

Sayid Abdullah Safiuddin mengatakan hal itu dalam pidatonya di seminar bertema "Pembebasan Masjid al-Aqsa dalam Lingkup Kemenangan Poros Muqawama," yang digelar di Tehran, ibukota Iran pada Senin (22/1/2018).

Ia juga menyingung upaya AS untuk memindahkan Kedutaan Besarnya dari Tel Aviv ke al-Quds.

"AS dengan langkah ini ingin memberikan semangat kepada Benjamin Netanyahu  (Perdana Menteri rezim Zionis)," kata Safiuddin sepertid dikutip IRIB.

Donald Trump, Presiden AS pada 6 Desember 2017 mengumumkan al-Quds sebagai ibukota rezim Zionis. Keputusan ini diambil meski menuai protes luas dari kalangan regional dan internasional.

Trump juga meminta Kementerian Luar Negeri AS untuk menyiapkan mukadimah pemindahan Kedubes negaranya dari Tel Aviv ke Baitul Maqdis.

Kota Quds yang didalamnya terdapat Masjid al-Aqsa, Kiblat Pertama umat Islam merupakan bagian yang tak terpisahkan dari Palestina dan salah satu dari tiga tempat suci terpenting Islam. Baitul Maqdis diduduki rezim Zionis pada tahun 1967.

Seminar bertema "Pembebasan Masjid al-Aqsa dalam Lingkup Kemenangan Poros Muqawama."

Wakil Hizbullah Lebanon untuk Iran lebih lanjut menyinggung kekalahan terbaru AS di kawasan.

"AS kehilangan satu persatu pangkalan militernya di kawasan Timur Tengah," ujarnya.

Sayid Abdullah Safiuddin juga menyinggung upaya AS untuk mengkompensasi kekalahannya dan menjaga pangkalan-pangkalan militernya dengan cara menekan Poros Muqawama.

"AS harus memahami bahwa kehancuran rezim Zionis dan pangkalan-pangkalannya di kawasan adalah sebuah kenyataan," pungkasnya. (RA)  

Jan 22, 2018 19:25 Asia/Jakarta
Komentar