• tank-tank AS
    tank-tank AS

Rusia menyatakan serangan terbaru AS terhadap pasukan pro-Damaskus membuktikan bahwa Washington tidak berniat memberantas Daesh melainkan berusaha menjarah aset ekonomi Suriah.

Kementerian Pertahanan Rusia dalam sebuah pernyataan yang dirilis hari Kamis (08/2/2018) menyatakan bahwa serangan AS itu "kembali menunjukkan bahwa AS berusaha mempertahankan keberadaan ilegalnya di Suriah bukan untuk melawan kelompok teroris Daesh, namun untuk merampas dan menguasai aset ekonomi Suriah."

Militer AS pada hari Rabu menyatakan pihaknya telah menewaskan setidaknya 100 pejuang pro-Damaskus yang diduga berusaha menyerang pasukan dukungan AS yang disebut Pasukan Demokratik Suriah (SDF) di provinsi Deir el-Zor, Suriah timur.

Kantor berita resmi Suriah SANA menilai "agresi" AS itu sebagai "upaya mendukung terorisme."

Kementerian Pertahanan Rusia menambahkan, pasukan Suriah melakukan operasi anti-Daesh di dekat kilang minyak al-Isba di Deir el-Zor ketika mereka menjadi sasaran serangan jet tempur AS.

AS dan sekutunya mendukung militan yang berperang untuk menggulingkan pemerintah Suriah. Mereka juga telah membombardir apa yang mereka klaim sebagai posisi Daesh di Suriah sejak September 2014 tanpa izin dari pemerintah Damaskus atau mandat PBB. Namun, serangan tersebut kerap menimbulkan korban sipil dan gagal mencapai tujuan pemberantasan terorisme.(MZ)

Feb 09, 2018 06:10 Asia/Jakarta
Komentar