Gerakan-gerakan perlawanan rakyat di Palestina mengumumkan bahwa operasi heroik di Khan Younis Timur, di selatan Jalur Gaza merupakan respon terhadap agresi rezim Zionis ke perbatasan Jalur Gaza.

Sejumlah tentara Zionis terluka dalam ledakan yang terjadi Khan Younis pada Sabtu siang (17//2/2018), dan beberapa di antaranya dilaporkan dalam kondisi kritis. Pada perkembangan lainnya, kelompok muqawama (resistensi) Palestina dengan sistem pertahanan yang mereka miliki, juga berhasil mengusir jet tempur Zionis dari Jalur Gaza. Sistem pertahanan udara kelompok muqawama Palestina pada Sabtu malam juga menembaki sejumlah jet tempur Israel.

Televisi al-Manar melaporkan bahwa aksi kelompok muqawama Palestina telah menyebabkan pengusiran jet tempur Israel dari langit Gaza. Menanggapi meningkatnya volume kekalahannya melawan perlawanan rakyat Palestina dan perlawanan di kawasan termasuk Suriah, rezim Zionis berusaha menutupi kekalahannya dengan unjuk kekuatan di Gaza dan meningkatkan kejahatannya terhadap rakyat Palestina. Langkah tersebut telah menyebabkan perlawanan Palestina terhadap pasukan rezim penjajah Zionis dan memperingatkan bahwa para pejuang Palestina akan menunjukkan respon lebih tegas terhadap Israel.

Pesawat F-16 Zionis Israel

Dalam beberapa hari terakhir, kita menyaksikan pukulan telah front terdepan muqawama terhadap rezim Zionis. Dalam hal ini, unit pertahanan udara militer Suriah juga berhasil menembak jatuh jet F-16 Zionis pekan lalu dan menjadikan peristiwa ini sebagai tonggak bersejarah bagi militer Suriah. Penembakan jatuh pesawat canggih ini menunjukkan bahwa era superioritas militer rezim Zionis, yang mengakibatkan perang di kawasan, telah berakhir. Penembakan jatuh jet mutakhir militer Zionis itu telah melunturkan keangkeran militer Israel yang konon diklaim sebagai pasukan terkuat di kawasan.

Kesuksesan tersebut juga telah mengubah perimbangan kekuatan dan menjadi faktor penghalang di udara dan darat, serta mengubah aturan main di Timur Tengah menjadi lebih menguntungkan front Muqawama. Sementara rezim Zionis, di sisi lain menghadapi krisis legitimasi dan identitas, dan hanya mengandalkan kemampuan militernya.

Kemampuan militer Zionis ini dipertanyakan dalam Perang 33 Hari dengan Lebanon dan pada tiga perang di Gaza. Meski demikian, rezim Zionis terus membangggakan kemampuannya di udara, yang kini dipertanyakan pasca penembakan jatuh jet F-16 oleh militer Suriah. Atmosfer kebimbangan dan ketidakpastian saat ini sedang menyelimuti Tel Aviv.

Transformasi Palestina merefleksikan transisi front perlawanan sebagai penghadang baru dan efektif. Perubahan dalam perimbangan ini akan menjadi status dalam tahap baru yaitu untuk membawa front muqawama dari titik pencegahan efektif menuju tahap agresif menargetkan sasaran Zionis. Kini, ketidakmampuan Israel melancarkan serangan sepihak telah menjadi momok bagi para pejabat Tel Aviv. Kerentanan Israel di udara menimbulkan tekanan dan kegelisahan luar biasa, apalagi rezim Zionis hanya mampu mengumbar kekuatan militernya.

Netanyahu pada Konferensi Keamanan Munich

Dalam konteks ini, Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif, mereaksi klaim terbaru Perdana Menteri rezim Zionis di KTT Keamanan Munich, dan mengatakan, "Hari ini kita menyaksikan sebuah sirkus kartun! Mari kita menghadapi masalah secara serius."

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengangkat sepotong besi ketike berpidato pada Konferensi Keamanan Munich pada hari Ahad, dan mengklaim bahwa itu adalah bagian dari pesawat tanpa awak Iran yang memasuki wilayah udara Israel pada tanggal 10 Februari. Itu menunjukkan bahwa Israel yang kalah melawan strategi muqawama di kawasan sedang mengalami ketidakseimbangan mental dari para pejabat Israel.(MZ)

Tags

Feb 19, 2018 15:22 Asia/Jakarta
Komentar