Sekjen Hizbullah Lebanon, Sayid Hassan Nasrullah Sabtu (24/2) dalam pidatonya di kota Baalbek menyinggung kegagalan konspirasi Amerika Serikat dan sekutunya di kawasan dan kekalahan kelompok teroris Daesh. Ia mengatakan, hari ini kita harus memanen apa yang telah kita tanam dan prestasi terpenting kita adalah dukungan terhadap perlawanan.

Sayid Hassan Nasrullah memperingatkan, musuh berusaha melancarkan konspirasi lebih besar terhadap Hizbullah. Terkait kunjungan terbaru menteri luar negeri AS ke Lebanon, ia mengatakan, tujuan asli kunjungan tersebut adalah untuk melawan Hizbullah.

Kepada pejabat Lebanon, Menlu AS, Rex Tillerson mengatakan, Hizbullah dan senjata mereka adalah persoalan yang harus dituntaskan. Sebagaimana dikatakan Sayid Hassan Nasrullah, statemen Menlu Amerika menunjukkan adanya upaya keras untuk menciptakan perpecahan di tengah masyarakat Lebanon dan memprovokasi rakyat negara itu untuk melawan Hizbullah.

Pengulangan sebagian kalimat permusuhan terhadap Hizbullah dalam statemen para pejabat Amerika dalam beberapa pekan terakhir dan tuduhan-tuduhan terhadap Hizbullah, menunjukkan kekhawatiran kubu adidaya dunia atas keberhasilan Hizbullah dan poros perlawanan.

Kesuksesan front perlawanan di samping tersingkirnya hambatan politik dan hubungan internasional serta pukulan telak yang diterima kelompok Takfiri yang berujung dengan gagalnya konspirasi Amerika untuk mewujudkan Timur Tengah baru di kawasan, menyisakan dendam bagi Amerika dan sekutunya.

Permusuhan Barat, rezim Zionis Israel dan para penguasa Arab terhadap Hizbullah Lebanon bukan barang baru, namun sengitnya permusuhan ini sekarang, perlu dicari sebabnya. Hizbullah Lebanon adalah salah satu pemain utama dalam poros perlawanan Timur Tengah dan berhasil meraih banyak prestasi di kawasan terutama dalam beberapa tahun terakhir.

Di sisi lain, kekalahan beruntun Israel dan Daesh termasuk di antara prestasi poros perlawanan di kawasan dalam beberapa tahun kebelakang dan mendapat reaksi luas dari masyarakat internasional. Masyarakat dunia menganggap Hizbullah sebagai benteng kokoh dalam membendung serangan Israel dan kelompok teroris Takfiri. Hizbullah adalah salah satu bagian mendasar masyarakat Lebanon dan bagian dari perlawanan yang berhasil mengusir Israel dari selatan Lebanon. Lebih dari itu, Hizbullah adalah salah satu pilar pertahanan Lebanon dalam menghadapi terorisme.

Rex Tillerson

Pada situasi seperti ini, koalisi kekuatan-kekuatan hegemonik di kawasan yaitu Amerika, Israel dan penguasa Arab, dengan kalkulasi terkait transformasi regional, menyimpulkan bahwa satu-satunya hambatan kebijakan hegemoni mereka adalah garis perlawanan di kawasan. Oleh karena itu, konspirasi-konspirasi mereka dipusatkan pada pilar-pilar utama perlawanan termasuk Hizbullah Lebanon. Dengan begitu Hizbullah selalu menjadi target konspirasi Amerika-Israel dan penguasa Arab.

"Poros Kejahatan" (Amerika, Israel dan Arab Saudi) di kawasan berusaha memperluas intervensinya dan mencampuri urusan dalam negeri negara lain, termasuk pemilu di negara-negara itu dengan maksud membuka peluang meraih ambisinya dan meruntuhkan pilar asli perlawanan termasuk Hizbullah. Pada saat yang sama, mereka juga memperluas manuver dan ancaman militernya di kawasan.

Dalam hal ini, Amerika memperluas manuver militernya di Suriah, sementara di Irak Amerika membentuk koalisi anti-terorisme dan melanjutkan aktivitas koalisi itu sebagai dalih memperpanjang kehadiran militernya di Irak. Di sisi lain, serangan udara Israel ke Suriah dan permusuhan rezim itu terhadap rakyat Palestina ditambah ancamannya terhadap Lebanon juga mengalami peningkatan dalam beberapa bulan terakhir.

Saudi sebagai salah satu pemimpin gerakan Takfiri di kawasan, selain melancarkan berbagai intervensi dan fitnah di Irak dan Suriah, juga meningkatkan kejahatannya di Yaman. Seluruh manuver tersebut menjelaskan satu hal bahwa Zionisme dan Wahabisme dengan dukungan Amerika, adalah pemain utama poros kejahatan dan konspirasi di kawasan khususnya dalam melawan kubu perlawanan. (HS/PH)

Feb 25, 2018 18:22 Asia/Jakarta
Komentar