• Anggota Biro Politik Ansarullah, Daifullah al-Shami.
    Anggota Biro Politik Ansarullah, Daifullah al-Shami.

Anggota biro politik gerakan rakyat Yaman, Ansarullah membantah pernyataan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammad bin Salman tentang semakin dekatnya waktu untuk berakhirnya perang di Yaman.

"Pernyataan Mohammad bin Salman tentang makin dekatnya waktu untuk berakhirnya perang di Yaman bukan hal yang baru. Ia sedang mencari cara untuk keluar dari perang Yaman," kata Daifullah al-Shami dalam wawancara dengan televisi al-Jazeera seperti dilansir IRIB, Rabu (7/3/2018).

 

Ia menambahkan, penyelesaian masalah Yaman mengharuskan penghentian agresi militer ke negara ini, dan rakyat Yaman berdiri melawan mesin perang dan mesin pembunuh koalisi yang dipimpin oleh Arab Saudi.

 

"Hari ini, rakyat Yaman lebih waspada terhadap agresi rezim Arab Saudi dan tidak ada dorongan atau ancaman yang bisa melemahkan tekad mereka dalam menghadapi agresi ini. Mereka mengulurkan tangannya untuk perdamaian dan bukan untuk menyerah," pungkasnya.

Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammad bin Salman

 

Putra Mahkota Arab Saudi dalam kunjungannya ke Kairo, ibukota Mesir mengklaim bahwa perang di Yaman yang bertujuan untuk mengembalikan kekuasaan Abd-Rabbuh Mansur Hadi akan segera berakhir.

 

Agresi militer Arab Saudi ke Yaman yang memperoleh dukungan dari AS dimulai sejak 26 Maret 2015. Invasi militer ini telah menghancurkan infrastruktur vital Yaman seperti: rumah sakit, sekolah, pasar, pelabuhan, bandara, jaringan air dan fasilitas publik lainnya. Blokade pasukan agresor Arab Saudi juga semakin menambah penderitaan rakyat Yaman.

 

Menyebarnya penyakit kolera akibat hancurnya insfrastruktur kesehatan Yaman telah mengancam nyawa rakyat negara ini. Selain itu, rakyat Yaman menghadapi kekurangan bahan makanan dan obat-obatan.

 

Pusat Hak Asasi Manusia Yaman mengumumkan bahwa agresi militer Arab Saudi ke Yaman hingga hari keseribu dari serangan ini telah merenggut nyawa 13.603 warga sipil dan melukai 22.289 lainnya. (RA)

 

Mar 07, 2018 19:28 Asia/Jakarta
Komentar