• Syeikh Afif Nabulsi
    Syeikh Afif Nabulsi

Khatib shalat Jumat kota Saida, Lebanon mengatakan, ancaman Amerika Serikat tidak akan pernah membuat gentar Hizbullah dan memaksanya mundur.

Kantor berita Rasa melaporkan, Khatib Jumat kota Saida Lebanon, Syeikh Afif Nabulsi, dalam khutbah Jumatnya (18/5/2018) menyinggung peningkatan ancaman terhadap Hizbullah pasca kemenangan kelompok ini di pemilu parlemen Lebanon.

Ia menegaskan, ancaman-ancaman semacam itu tidak akan pernah berhasil.

Syeikh Nabulsi juga mengecam pemindahan kedutaan besar Amerika dari Tel Aviv ke Al Quds pada 14 Mei 2018 dan menyebut langkah tersebut sebagai pengkhianatan terhadap umat Islam dan Arab.

"Sebagian lembaga internasional dan negara Muslim bersikap reaktif, bukan saja tidak mengusir duta besar Amerika dan rezim Zionis Israel, bahkan tidak mengizinkan unjuk rasa kepada warganya," ujar Nabulsi.

Hizbullah

Khatib Jumat kota Saida menyesalkan mundurnya beberapa petinggi Arab dalam mendukung Palestina.

Ia menuturkan, pernyataan menggelikan Liga Arab, menunjukkan mundurnya negara-negara Arab secara total dari medan tempur.

Sehubungan dengan sanksi yang dijatuhkan Amerika terhadap beberapa tokoh Hizbullah, Syeikh Nabulsi menerangkan, langkah tersebut bukan hal baru dan jika itu dimaksudkan untuk mengancam kubu perlawanan, maka Amerika mengetahui dengan baik bahwa penggunaan bahasa ancaman, sama sekali tidak akan berpengaruh apapun terhadap Hizbullah.

Departemen Keuangan Amerika, Kamis (17/5/2018) memasukkan beberapa individu dan lembaga yang terkait dengan Hizbullah, dalam daftar sanksinya. (HS)

Tags

Mei 19, 2018 02:39 Asia/Jakarta
Komentar