• pasukan Yaman
    pasukan Yaman

Para pejuang Houthi Yaman menepis laporan bahwa pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi telah merebut bandara di kota pelabuhan Hudaydah dan menyatakan para agresor mundur dari lini depan di semua front.

Militan dan tentara bayaran asing yang dipersenjatai oleh Arab Saudi dan Uni Emirat Arab berusaha merebut kota al-Hudaydah yang dipertahankan dengan baik pasukan Houthi hingga mengusir keluar pasukan agresor dalam perang terbesar sejak agresi ke Yaman dimulai.

 

"Pertempuran putus asa menanti koalisi Saudi... Koalisi Saudi tidak akan memenangkan pertempuran di Hudaydah," kata juru bicara Houthi, Muhammad Abdulsalam kepada televisi Al-Mayadeen yang berbasis di Lebanon.

pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi

 

Arab Saudi pada hari Ahad melancarkan serangan udara ke bandara al-Hudaydah, guna mendukung pasukan darat yang berusaha merebutnya. Kantor berita resmi SABA menyebutkan, pesawat-pesawat tempur melancarkan lima serangan ke al-Hudaydah.

 

Pasukan darat termasuk dari Uni Emirat Arab, Sudan dan Yaman telah mengepung kompleks bandara utama.

 

Mohammed al-Sharif, wakil kepala penerbangan sipil Yaman, mengatakan foto yang beredar online soal bandara al-Hudaydah diambil pada Oktober 2016.

 

Laporan lain pada hari Ahad menyebutkan pasukan bayaran yang didukung Saudi telah dikepung di distrik al-Durayhimi Bayt al-Faqih dan setidaknya 40 anasir bayaran Saudi tewas ditembak unit sniper Yaman selama dua hari terakhir.

 

Sementara itu, televisi al-Mayadeen, mengutip keterangan sebuah sumber Yaman menyebutkan bahwa pasukan agresor telah mundur dari semua front di al-Hudaydah.

 

Disebutkan bahwa kontak senjata telah menewaskan 50 pasukan bayaran Saudi dan menghancurkan 13 kendaraan lapis baja mereka di Hudaydah selatan.

 

Sebelumnya, pasukan Yaman juga berhasil menyita sebuah perahu milik Perancis atau Amerika di lepas pantai Hudaydah, sebagaimana disampaikan Ketua Komite Revolusioner Houthi, Muhmmad Ali al-Houthi.(MZ)

Jun 18, 2018 11:11 Asia/Jakarta
Komentar