• Anggota Biro Politik Hamas Husam Badran.
    Anggota Biro Politik Hamas Husam Badran.

Seorang anggota Biro Politik Gerakan Muqawama Islam Palestina (Hamas) menilai kelanjutan penangkapan politis terhadap aktivis, mahasiswa dan pejuang Palestina di bawah bayangan konspirasi "Kesepakatan Abad" sebagai tanda kebohongan klaim Otorita Ramallah tentang penolakannya terhadap kesepakatan ini.

Berdasarkan prakarsa Amerika Serikat yang dikenal dengan "Kesepakatan Abad" (The Deal of Century), Baitul Maqdis akan diserahkan kepada rezim Zionis Israel dan pengungsi Palestina tidak memiliki hak untuk kembali ke tanah kelahirannya. Selai itu, rakyat Palestina juga hanya bisa memiliki sebagian kecil tanah yang masih tersisa di Tepi Barat dan Jalur Gaza.

 

Seperti dilansir Pusat Informasi Palestina, Husam Badran pada hari Selasa (3/7/2018) mengatakan, pembebasan segera para tahanan dari penjara-penjara otorita Ramallah adalah penting.

 

"Satu-satunya cara untuk menghadapi konspirasi Kesepakatan Abad adalah penghentian kerja sama keamanan dengan rezim Zionis, penghentian penangkapan para pejuang Muqawama dan pemberian kebebasan kepada rakyat Palestina untuk menghadapi Israel," ujarnya

 

Dia menambahkan, ketimbang mengejar dan menangkapi aktivis, mahasiswa dan pejuang Muqawama –yang hanya akan menguntungkan Israel–, Otorita Ramallah lebih baik memenuhi keperluan mereka dan menciptakan kebebasan publik.

 

Badran menuntut intervensi para pemimpin perguruan tinggi dan universitas untuk mendukung para mahasiswa dalam melawan penangkapan politis dan mendukung kelompok-kelompok Palestina dan lembaga HAM untuk melindungi mereka.

Juru bicara Hamas Hazem Qasem

 

Sebelumnya, juru bicara Hamas Hazem Qasem menyebut Otorita Ramallah sebagai pihak yang terlibat dalam pelaksanaan Kesepakatan Abad dan kelanjutan blokade dan boikot terhadap Jalur Gaza. (RA)

 

Jul 04, 2018 18:15 Asia/Jakarta
Komentar