• Muhammad bin Salman
    Muhammad bin Salman

Kementerian Kesehatan Arab Saudi menyatakan, seorang tak dikenal dan bersenjata, masuk ke rumah sakit King Salman di kota Riyadh, ibukota Arab Saudi dan menembaki para perawat di lokasi. Dalam insiden tersebut seorang perawat mengalami luka serius dan pelaku melarikan diri dari lokasi.

Pasca penunjukan Muhammad bin Salman sebagai Pangeran Mahkota Arab Saudi, negara ini dihadapkan pada instabilitas yang terus meningkat. Bukti-bukti menunjukkan penembakan di tempat-tempat umum merupakan salah satu contohnya.

 

Polisi Arab Saudi pada Desember 2017 mengkonfirmasikan terjadinya penembakan di salah satu masjid di pusat Riyadh di mana seorang warga tewas. Pada April 2018, terjadi insiden tembakan di sekitar Istana Raja Salman di Riyadh dan delapan orang tewas. Insiden tersebut memicu asumsi bahwa Muhammad bin Salman terluka dalam insiden tersebut.  

 

Pada 8 Juli 2018, Mansur al-Turki, juru bicara Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi menyatakan bahwa sebuah pusat keamanan di jalan Baridah a-Tharfiyah di utara Riyadh menjadi sasaran penembakan dan bahkan terjadi kontak senjata antara pasukan keamanan dan penyerang.

 

Adapun insiden penembakan di rumah sakit King Salman adalah insiden keempat dalam tujuh bulan terakhir yang terjadi di Riyadh dan sekitar. Sementara sejumlah wilayah lain Arab Saudi termasuk di timur juga menjadi saksi insiden penembakan. Rentetan insiden tersebut menunjukkan ketidakamanan yang semakin meningkat di Arab Saudi dalam setahun terakhir.

polisi Saudi

 

Muhammad bin Salman (MBS) pada Juni 2018 ditunjuk oleh ayahnya sebagai Pangeran Mahkota Saudi. Peristiwa tersebut menimbulkan goncangan hebat dalam tradisi pernyerahan kekuasaan dalam tubuh rezim Al Saud. Berdasarkan wasiat Abdulaziz, mendiang raja pendiri Al Saudi, kekuasaan di Arab Saudi harus berpindah tangan secara horizontal di antara saudara-saudaranya. Akan tetapi dengan penunjukan MBS maka pupus sudah kesempatan saudara-saudara Raja Salman bin Abdulaziz untuk mencicipi kekuasaan. Dan setelah ini, peralihan kekuasaan akan dilakukan secara vertikal dari ayah ke anak.

 

Yang pasti faktor terpenting di balik peningkatan instabiltas di Arab Saudi adalah perubahan fundamental dalam peralihan kekuasaan dalam rezim Al Saud. Khaled al-Jayusi, dalam analisanya yang dimuat kora Raialyoum menyinggung insiden penembakan April lalu di sekitar istana Riyadh menulis, "Orang-orang Saudi menilai insiden penembakan di luar istana Riyadh sebagai perselisihan di dalam tubuh rezim Al Saud."

 

Harus dikatakan bahwa meski sejumlah pangeran Saudi secara lahiriyah menerima perubahan kekuasaan, akan tetapi eskalasi instabilitas menunjukkan bahwa besarnya perselisihan terselubung dalam tubuh rezim Al Saud yang semuanya bertujuan menggagalkan MBS duduk di tahta kekuasaan Saudi.

 

Adapun analisa lain terkait peningkatan insiden penembakan dan instabilitas di Arab Saudi adalah reaksi warga Saudi dalam menyikapi berbagai masalah ekonomi dan pendapatan. Dalam satu tahun terakhir, inflasi, pengangguran dan khususnya kenaikan tarif listrik dan berbagai jasa, telah membuat geram masyarakat sehingga muncul trend baru di berbagai medsos yaitu tagar #tagihan_listrik.

 

Poin yang terpenting adalah bahwa eskalasi insiden penembakan itu khususnya di Riyadh, menunjukkan bahwa pihak keamanan Saudi menghadapi tantangan serius dalam mengamankan kondisi dalam negeri dan ini akan berdampak buruk dan langsung pada kelangsungan hidup rezim Al Saudi.(MZ)

Jul 11, 2018 20:11 Asia/Jakarta
Komentar