• Pemerintah Damaskus menganggap isu serangan kimia sebagai dalih untuk menyerang Suriah.
    Pemerintah Damaskus menganggap isu serangan kimia sebagai dalih untuk menyerang Suriah.

Pemerintah Suriah mengutuk pernyataan bersama yang dikeluarkan oleh Amerika Serikat, Perancis dan Inggris, yang menuduh Damaskus menggunakan senjata kimia.

Amerika, Perancis dan Inggris dalam sebuah statemen bersama pada 21 Agustus lalu menuding pemerintah Suriah menggunakan senjata kimia.

Seperti dikutip kantor berita ISNA, Kementerian Luar Negeri Suriah dalam sebuah rilis pada hari Kamis (13/8/2018) mengatakan negara-negara Barat, terutama AS, Perancis dan Inggris, kembali menggunakan kampanye media dan informasi yang menyesatkan untuk menyerang Suriah sebagai bagian dari dukungan mereka kepada kelompok-kelompok teroris.

“Suriah berulang kali menegaskan bahwa pihaknya menganggap penggunaan senjata kimia tidak bermoral dan mengutuk penggunaannya di mana saja, dalam kondisi apapun dan terhadap siapa pun," tegasnya.

"Suriah menegaskan kembali bahwa pihaknya tidak memiliki senjata kimia karena menghormati kewajibannya di bawah Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW)," tambah Kemenlu Suriah.

Suriah, lanjutnya, tidak menggunakan senjata kimia dalam pertempuran paling sengit dengan kelompok teroris, dan pihak yang menggunakan senjata ini adalah kelompok teroris yang didukung oleh Barat dan negara-negara regional, Arab Saudi.

“Dalam beberapa hari terakhir, pemerintah Damaskus telah memberitahu badan-badan internasional terkait tentang persiapan kelompok-kelompok teroris untuk melancarkan serangan gas beracun di beberapa daerah di Suriah," ungkapnya.

Sebelum ini, sumber militer Rusia mengatakan bahwa kelompok yang disebut White Helmets sedang memindahkan sebuah kargo gas klorin ke Provinsi Idlib.

Banyak ahli menilai tuduhan penggunaan senjata kimia oleh pemerintah Damaskus bertujuan untuk menyesatkan opini publik di tengah kemenangan tentara Suriah dalam menumpas teroris. (RM)

Tags

Aug 24, 2018 16:14 Asia/Jakarta
Komentar