• Mansour Ahmed Al-Mansour, Jurubicara Tim Penilai Insiden Bersama Koalisi Arab (JIAT)
    Mansour Ahmed Al-Mansour, Jurubicara Tim Penilai Insiden Bersama Koalisi Arab (JIAT)

Akhirnya koalisi agresor Saudi berada di bawah tekanan global dan mengakui serangan mereka terhadap bus yang membawa anak-anak sekolah di provinsi Saada, Yaman.

Mansour Ahmed Al-Mansour, Jurubicara Tim Penilai Insiden Bersama Koalisi Arab (JIAT) di Yaman yang berafiliasi dengan koalisi agresor Saudi hari Sabtu (01/9) mengatakan, serangan terhadap sebuah bus yang membawa anak-anak sekolah Yaman di provinsi Saada adalah sebuah "kesalahan".

Anak-anak Yaman korban kejahatan Arab Saudi

Jet-jet tempur koalisi agresor Saudi pada hari Kamis 9 Agustus mengebom sebuah bus yang membawa anak-anak sekolah Yaman di kota Dhahyan, provinsi Saada yang mengakibatkan 55 anak tewas dan 77 lainnya cedera. Sekitar sepekan setelah kejahatan tersebut, jet-jet tempur agresor Saudi kembali menyerang dua kendaraan pengungsi Yaman di daerah al-Ku'i di al-Durayhimi, selatan provinsi al-Hudaydah, barat Yaman yang menewaskan 27 anak-anak dan 4 wanita. Banyak organisasi internasional dan organisasi hak asasi manusia telah mengutuk kejahatan-kejahatan ini.

Media koalisi Saudi melakukan perubahan sikap ketika sebelumnya Turki al-Maliki, Jurubicara Koalisi Saudi menyebut serangan yang dilakukan itu sebuah "aksi militer yang sah". Koalisi Saudi mencoba untuk menjustifikasi kejahatannya membantai anak-anak sekolah Yaman di Saada dengan menyebut mereka salah perhitungan dengan harapan dapat memberikan jawaban memuaskan kepada opini publik. Sementara tindakan Al Saud ini dan kontradiksi yang ditunjukkan terkait kejahatan yang dilakukan, bukan hanya tidak mampu memuaskan opini publik terkait kejahatannya, lebih dari itu, opini publik justru menanti langkah-langkah internasional guna mengadili pelakukan kejahatan ini, yakni koalisi anti Yaman yang dipimpin Arab Saudi agar kejahatan terhadap rakyat Yaman, terutama anak-anak tidak terulang kembali.

Setelah mendapat tekanan opini publik, koalisi Saudi terpaksa membentuk komite pencari fakta terkait peristiwa serangan terhadap bus pembawa anak-anak sekolah Yaman di daerah Dhahyan di provinsi Saada guna mencegah masalah ini menjadi isu internasional. Untuk itu, langkah pertama yang dilakukan adalah mengakui pembunuhan terhadap anak-anak Yaman dan bahwa serangan tersebut sebagai satu kesalahan guna menjauhkan dampak dari kejahatan mengerikan ini. Dalam konteks ini, koalisi Saudi ketika mengeluarkan pernyataannya mengakui "kesalahan" serangan itu dan hanya menyatakan penyesalannya.

Pengakuan Al Saud tentang kejahatan yang dilakukannya tidak mengurangi investigasi hukum internasional. Pengakuan ini harus disertai dengan dimasukkannya nama Arab Saudi dalam daftar hitam negara-negara pelanggar konvensi hak-hak anak untuk dua tahun berturut-turut oleh PBB, pembentukan komite internasional untuk menindaklanjuti kejahatan Arab Saudi dan melimpahkan masalah ini ke Pengadilan Pidana Internasional di Den Haag. Dimensi media, HAM dan kecaman global atas kejahatan koalisi Saudi, khususnya dua kejahatan terbaru Al Saudi terhadap anak-anak Yaman yang menyebabkan  puluhan anak-anak Yaman tewas sedemikian luasnya, sehingga sebagian senator Amerika juga turut mereaksinya.

Sebagai contoh, Chris Murphy, senator dari negara bagian Connecticut mengatakan, saya tidak dapat membayangkan bagaimana kita dengan keinginan kita sendiri terlibat dalam pembantaian anak-anak Yaman, khususnya ketika tidak ada manfaatnya bagi keamanan Amerika. Masalah ini benar-benar gila.

Chris Murphy, senator dari negara bagian Connecticut

Dia di sidang Senat berdiri di samping gambar-gambar prosesi pemakaman jasad-jasad akibat serangan koalisi Saudi dan mengritik berlanjutnya dukungan Washington atas koalisi Saudi dan mengatakan, Amerika Serikat adalah aktor kunci dalam kampanye untuk serangan ini (di Yaman). Dia menekankan bahwa dalam kejahatan itu, bus yang membawa puluhan anak-anak menjadi sasaran bom seberat 500 pon, sebuah bom yang diproduksi di Amerika Serikat dan dijual kepada koalisi Arab Saudi.

Meskipun meningkatnya peringatan dari kelompok hak asasi manusia independen tentang dimensi bencana dari perang Yaman, banyak negara Barat, terutama Amerika Serikat, terus mendukung senjata dan logistik kepada koalisi agresor yang dipimpin Arab Saudi, sehingga dunia terus menyaksikan kembali kejahatan Al Saud, khususnya pembantaian terhadap anak-anak Yaman.

Sep 02, 2018 15:23 Asia/Jakarta
Komentar