• militer AS
    militer AS

Militer Amerika Serikat pada Jumat malam, 7 September 2018, mengkonfirmasikan pelaksanaan manuver pasukan koalisi yang konon disebut anti-Daesh (ISIS) di bawah komando AS di Suriah.

 

Militer Amerika Serikat menyatakan bahwa manuver tersebut digelar pada Jumat di area seluas 110 kilometer di sekitar pangkalan militer Al-Tanf, di Suriah. Setelah membentuk koalisi yang konon anti-Daesh, Amerika Serikat menduduki wilayah tersebut dan mendirikan pangkalan militer di situ.

 

Pamela Spencer, analis Norwegia dalam hal ini mengatakan, "Pangkalan militer Amerika Serikat di Al-Tanf termasuk di antara pangkalan militer terbesar negara ini di wilayah Asia Barat dan juga di Suriah."

 

Berbagai peristiwa di Suriah mengindikasikan gerakan maju militer negara ini di berbagai front pertempuran melawan kelompok teroris hingga interferensi kubu pendudukan yang dipimpin Amerika Serikat, merupakan di antara isu yang menjadi perhatian para analis politik dalam beberapa hari terakhir.

 

Kemenangan militer Suriah di medan pertempuran telah membuat seluruh transformasi di negara ini mencapai tahap determinan. Transformasi militer baru di Suriah telah mempersiapkan menjadi landasan untuk kekalahan final kelompok-kelompok teroris Daesh. Pemerintah Damaskus dan sekutunya sekarang unggul di medan pertempuran dan ini menjadi sebuah fenomena yang sulit diterima oleh musuh. Oleh karena itu, mereka mengemukakan berbagai macam alasan untuk mengubah kondisi medan pertempuran yang diharapkan akan menguntungkan mereka diiringi dengan eskalasi berbagai agitasi anti-Suriah di tingkat global.

 

Pemerintah Amerika Serikat dengan meningkatkan berbagai gerak-gerik militernya terhadap Suriah sedang mempersiapkan untuk melancarkan serangan militer ke negara tersebut. Agitasi yang dilancarkan saat ini adalah manuver militer dan juga klaim bohong soal penggunaan senjata kimia militer Suriah.

 

Ancaman Amerika Serikat terhadap Suriah dilakukan di saat militer negara ini menggapai  berbagai kemenangan di hadapan kelompok teroris dan terus melanjutkan operasi anti-teror di Idlib dan mendaratkan pukulan telak dan penghabisan terhadap para teroris

 

Wilayah ini memiliki keunggulan strategis dan bahwa operasi militer Suriah di wilayah tersebut merupakan mukaddimah pembebasan total negara ini dari kehadiran para teroris. Dapat dikatakan bahwa penyempurnaan operasi militer Suriah terhadap anti-teroris semakin meningkatkan kekhawatiran para pendukung kelompok-kelompok teroris khususnya Amerika Serikat terhadap kekalahan total anasirnya di Suriah. Dalam kondisi seperti ini Amerika Serikat beralih menggunakan berbagai macam alasan untuk melancarkan serangan terhadap militer Suriah.

 

Menurut koran Rai Al-Youm, pemerintahan Presiden AS Donald Trump merasa sedang berada di ambang kekalahan dalam perang di Suriah dan dengan lenyapnya alasan di balik kehadiran militer dan koalisi internasional anti-Daesh, Washington ingin terjun ke perang baru yang terbatas dengan pemerintah Suriah dengan mengemukakan berbagai alasan palsu guna memperpanjang krisis Suriah.

 

Akan tetapi transformasi di Suriah menunjukkan bahwa negara itu dan kubu pendukungnya yang terdiri dari pasukan muqawama di kawasan, bukan hanya tidak gentar menghadapi ancaman dan agitasi Amerika Serikat, bahkan semakin membulatkan tekad untuk memusnahkan total teroris di Suriah serta mengakhiri pendudukan AS di negara itu.

 

Kemenangan kubu muqawama dalam perang Suriah di hadapan para penjajah yang bahkan telah diakui oleh sejumlah negara Eropa, tidak akan lama lagi juga akan diakui oleh para pejabat Amerika Serikat. Setelah itu, seluruh gerak-gerik militer Amerika Serikat akan terbukti kalah dan gagal.(MZ)

Tags

Sep 08, 2018 16:17 Asia/Jakarta
Komentar