• Fouad Massoum
    Fouad Massoum

Presiden Irak, Fouad Massoum, Sabtu (8/9/2018) malam mengecam serangan ke konsulat Iran di kota Basrah dan mendesak penyelidikan segera, identifikasi pelaku dan tindakan hukum atas mereka.

IRIB melaporkan, Presiden Irak juga ingin agar hubungan bersahabat negaranya dengan Republik Islam Iran tetap terjaga dan ia menekankan perluasan hubungan dua rakyat dan pemerintah.

Pada Jumat (8/9) malam sekelompok orang yang menunggangi aksi unjuk rasa warga Basrah, menyerang kantor konsulat Iran di kota itu, akibatnya gedung konsulat Iran terbakar.

Menyusul insiden penyerangan ini, duta besar Irak di Tehran dipanggil kemenlu Iran, dan Tehran menyampaikan protes keras atas pemerintah Baghdad karena aparat keamanan negara itu dianggap abai dalam menjaga gedung konsulat Iran di Basrah.

serangan ke konsulat Iran di Basrah

Di sisi lain, Kemenlu Irak segera mengeluarkan pernyataan resmi yang mengecam penyerangan tersebut dan meminta pemerintah daerah untuk melindungi kantor-kantor diplomatik.

Para demonstran di kota Basrah sendiri mengutuk aksi perusuh yang menunggangi unjuk rasa mereka dan menegaskan bahwa para perusuh berasal dari Partai Baath dan kelompok teroris Daesh.

Dalam beberapa hari terakhir, aksi unjuk rasa warga Irak di kota Basrah secara mencurigakan berubah menjadi kerusuhan. (HS)

Sep 09, 2018 03:07 Asia/Jakarta
Komentar