• Mahmoud Abbas
    Mahmoud Abbas

Kelompok dan tokoh politik Palestina menuntut Pemimpin Otorita Ramallah, Mahmoud Abbas diseret ke pengadilan karena terlibat dalam perundingan damai dan ikut menandatangani perjanjian Oslo.

Pusat Informasi Palestina, Selasa (11/9/2018) melaporkan, tokoh-tokoh politik Palestina menyebut Mahmoud Abbas sebagai "Balfour Palestina" dan penandatangan serta perancang asli perjanjian Oslo.

Anggota Parlemen Palestina, Muhammad Al Ghul mendesak Abbas dan orang-orang di sekitarnya untuk meminta maaf atas penipuan besar yang mereka lakukan terkait isu Palestina, kemudian semuanya diseret ke pengadilan.

"Perjanjian ini bahkan lebih berbahaya dari Deklarasi Balfour," ujarnya.

perjanjian Oslo

Sementara itu, salah satu pimpinan gerakan Jihad Islam Palestina, Daoud Shahab mengatakan, seluruh rakyat Palestina harus membayar kesalahan besar ini. Otorita Ramallah adalah pihak yang paling bertanggung jawab atas pembangunan distrik Zionis di Tepi Barat dan Yahudisasi kota Al Quds.

Salah satu pemimpin Front Rakyat untuk Pembebasan Palestina, PFLP, Khaled Barakat menjelaskan, satu-satunya jalan bagi Mahmoud Abbas adalah mengakui dengan terbuka kegagalan proyeknya dan mundur dari dunia politik serta diadili.

Ia menambahkan, penandatanganan perjanjian Oslo adalah bencana bagi Palestina dan pisau beracun yang menikam bangsa Palestina.

Perjanjian Oslo ditandatangani pada September 1993 antara rezim Zionis Israel dan Organisasi Pembebasan Palestina, PLO. Perjanjian itu mengatur penyelesaian sejumlah masalah seperti nasib kota Al Quds, pengungsi Palestina, distrik Zionis, masalah keamanan dan penentuan perbatasan, akan tetapi hingga kini perjanjian itu tidak pernah menguntungkan rakyat Palestina. (HS)

Sep 12, 2018 03:42 Asia/Jakarta
Komentar