• Pasukan Hizbullah dalam perang kontra-terorisme.
    Pasukan Hizbullah dalam perang kontra-terorisme.

Anggota Dewan Pusat Hizbullah Lebanon, Syeikh Nabil Qaouk mengatakan AS telah melakukan kesalahan strategis karena tidak pernah berpikir tentang kehadiran poros perlawanan termasuk Hizbullah dalam perang kontra-terorisme di Suriah, yang kemudian mengubah arah pertempuran.

"Negara-negara Arab di Teluk Persia terlibat dalam serangan AS ke Suriah," ujarnya pada hari Rabu (19/9/2018) seperti dilansir kantor berita IRIB mengutip koran al-Ahed Lebanon.

Menurutnya, kemenangan atas Takfiri di Suriah adalah sebuah kemenangan atas kehendak AS, rezim Israel, Arab Saudi dan puluhan negara lain yang melancarkan perang terhadap Suriah.

Syeikh Nabil Qaouk.

"Setelah konspirasi AS dan Zionis gagal di Suriah, kita hari ini menghadapi musuh yang telah membuka topengnya dan AS tidak punya jalan lain kecuali mendukung Front al-Nusra di Idlib dan Daesh di timur Sungai Eufrat," jelas Syeikh Qaouk.

Israel, lanjutnya, juga sudah beralih ke aksi pemboman untuk menyelamatkan sisa-sisa Takfiri dan tindakan ini adalah bukti atas kemenangan Suriah dan sekutunya.

Petinggi Hizbullah ini mengkritik sikap negara-negara Arab terkait serangan Israel di Suriah dan juga kebungkaman Liga Arab. Menurutnya, sikap ini adalah pengkhianatan terhadap indentitas Arab dan bukti atas keterlibatan mereka dalam serangan AS ke Suriah.

Krisis di Suriah pecah pada tahun 2011 dengan serangan para teroris yang didukung Arab Saudi, Amerika, dan sekutunya untuk mengubah perimbangan regional yang menguntungkan rezim Zionis. (RM)

Tags

Sep 20, 2018 04:06 Asia/Jakarta
Komentar