• kejahatan Arab Saudi di Yaman
    kejahatan Arab Saudi di Yaman

Lembaga Pengawas Hak Asasi Manusia (HRW) pada hari Jumat (21/9/2018) menyatakan bahwa Arab Saudi melakukan interferensi dalam proses penyelidikan Perserikatan Bangsa-Bangsa terkait kejahatan perang yang terjadi di Yaman. HRW menyebutkan bahwa pihak Arab Saudi berusaha menghentikan penyelidikan kejahatan perang di Yaman. Para analis PBB beberapa waktu lalu telah memulai penyelidikan kejahatan perang yang terjadi di Yaman oleh Arab Saudi.

Para analis Dewan HAM PBB pada 28 Agustus 2018 dalam laporan 41 halaman secara jelas dan langsung menuding Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan antek-antek mereka melakukan kejahatan perang di Yaman. Dalam kondisi tersebut, Arab Saudi dan kroninya berusaha menginterferensi proses penyelidikan berbagai tragedi di balik kejahatan perang yang dilakukan koalisi pimpinan Saudi di Yaman. Sementara berbagai sikap rezim Al Saud dan para pendukungnya di Barat telah menuai kritikan lembaga-lembaga HAM dan perdamaian global

 

Ketua Komite Internasional Penyelamatan, David Miliband menyatakan, "Ada sejumlah upaya untuk menyembunyikan fakta di Yaman." Dijelaskannya bahwa kenyataan transformasi yang terjadi di Yaman akan mengungkap berbagai fakta yang sebenarnya terjadi agar masyarakat internasional tersadarkan.

 

Dalam mereaksi langkah-langkah koalisi Arab Saudi tersebut, Michele Bachelet, Komisaris Tinggi HAM PBB pada awal bulan September 2018, memulai tugasnya dan dalam pidato resmi perdananya di Dewan HAM PBB, menuntut transparansi lebih luas soal berbagai langkah Arab Saudi di Yaman.

 

Keputusan beberapa waktu lalu PBB untuk menyelidiki tentnag kejahatan Arab Saudi di Yaman akan menjadi pukulan telak untuk Arab Saudi di yang telah menggelar perang selama lebih dari empat tahun di negara Arab miskin tersebut. Arab Saudi saat ini sangat mengkhawatirkan kemungkinan pelimpahan berkas kejahatan perangnya kepada Pengadilan Pidana Internasional.

 

Oleh karena itu, sejak awal penyelidikan dimulai, tekanan Arab Saudi terhadap Dewan HAM PBB semakin meningkat dalam mencegah pembentukan komite pencari fakta dan juga pembatasan wewenangnya. Dalam hal ini, Arab Saudi mengerahkan seluruh kekuatan represi yang dimilikinya untuk mencegah komite penyelidikan Dewan HAM PBB menyerahkan laporannya kepada Dewan terkait kejahatan perang Saudi di Yaman.

 

Sejak empat tahun terakhir, Arab Saudi dan sekutunya menggelar perang besar-besaran di Yaman yang hingga kini telah menewaskan puluhan ribu rakyat Yaman dan menghancurkan sebagian besar infrastruktur negara itu. Pengungsian, kelaparan, krisis kesehatan akibat blokade koalisi Arab Saudi terhadap Yaman, menambah penderitaan yang dihadapi rakyat Yaman.  

 

Berbagai reaksi terkait kejahatan Arab Saudi dalam beberapa tahun terakhir, semakin meningkat hingga PBB memasukkan nama Arab Saudi sebagai negara pelanggar hak anak-anak dalam dua tahuan secara berturut-turut. Dengan berbagai upaya, Arab Saudi tidak mampu membungkam masyarakat dunia agar tidak bereaksi menyaksikan kejahatan yang dilakukannya di Yaman.(MZ)

Sep 22, 2018 17:24 Asia/Jakarta
Komentar