• Ehud Barak
    Ehud Barak

Mantan menteri peperangan Israel Ehud Barak sangat geram dengan dihentikannya serangan ke Jalur Gaza dan melayangkan kritikan pedas kepada Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Pusat Informasi Palestina Rabu (14/11) melaporkan, Ehud Barak menekankan, ketidakberdayaan Netanyahu sangat jelas dan sampai saat ini belum pernah terjadi kontradiksi dan friksi antara ancaman dan langkah praktis Netanyahu seperti saat ini.

Netanyahu

 

Barak menjelaskan, petinggi Israel mengatakan, selama 48 jam kami dapat mengalahkan Hamas, namun dalam prakteknya kami menyerah dihadapan kubu muqawama ini serta mengabaikan pemukim Zionis di perbatasan Gaza.

 

Dampak pertama dari operasi terbaru muqawama Palestina adalah pengunduran diri Avigdor Lieberman, menteri peperangan dari posisinya.

 

Partai The Jewish Home menyatakan, "Kami tidak akan melanjutkan aktivitas di kabinet tanpa adanya Departemen Peperangan."

 

Juru bicara Hamas Sami Abu Zuhri saat merespon pengunduran diri Lieberman mengatakan, ini sebuah kemenangan politik bagi Gaza dan Jalur Gaza berhasil menciptakan gempa politik di Israel melalui perjuangannya. (MF)

 

Tags

Nov 14, 2018 21:17 Asia/Jakarta
Komentar